Mentan Tegaskan Pencopotan Pejabat Jika Kinerja Tak Capai Target Swasembada Pangan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan akan melakukan pencopotan pejabat di jajarannya jika kinerja tidak memenuhi target swasembada pangan, demi kepentingan petani dan kedaulatan negara.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada jajarannya terkait pencapaian target swasembada pangan. Ia menegaskan bahwa pencopotan jabatan akan dilakukan bagi pejabat yang kinerjanya tidak sesuai harapan. Kebijakan tegas ini merupakan bentuk implementasi langsung dari perintah Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan kemandirian pangan nasional dan kesejahteraan petani.
Pernyataan ini disampaikan Amran dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden RI yang diselenggarakan di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026. Acara tersebut dihadiri oleh ribuan petani dan penyuluh, baik secara luring maupun daring.
Amran menekankan bahwa ketegasan ini murni untuk menjalankan amanat Presiden, menindak tegas pejabat yang tidak patuh, bermain-main, atau gagal bekerja maksimal. Target utama pemerintah adalah mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan untuk seluruh rakyat Indonesia.
Ketegasan Mentan dalam Evaluasi Kinerja Pejabat
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tidak main-main dalam menegakkan disiplin dan kinerja di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan). Ia secara eksplisit menyatakan bahwa setiap pejabat yang kinerjanya buruk atau tidak mencapai target akan dicopot dari jabatannya. Ketegasan ini adalah wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada pangan.
Amran bahkan mengungkapkan bahwa pencopotan massal pejabat pernah dilakukan dalam satu hari, dengan delapan hingga sebelas Eselon I Kementan diberhentikan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kegagalan dalam mencapai target sama dengan mengkhianati harapan para petani dan rakyat Indonesia.
Komitmen ini juga mencakup pemberantasan korupsi, kolusi, dan mafia pertanian yang dapat menghambat upaya swasembada. Dengan demikian, Amran memastikan bahwa seluruh jajaran Kementan bekerja optimal dan berintegritas tinggi.
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan
Upaya mencapai swasembada pangan membutuhkan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak. Mentan Amran mencontohkan sinergi yang terjalin baik dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang disebutnya sebagai kolaborasi terbaik selama masa jabatannya.
Intensitas komunikasi antara kedua menteri ini sangat tinggi, bahkan seringkali melibatkan panggilan telepon hingga dini hari dan rapat sejak subuh. Koordinasi yang ketat ini dilakukan demi memastikan setiap langkah strategis dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Amran juga menyoroti tekanan kerja yang tinggi dalam program swasembada, termasuk perannya dalam memimpin Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus). Menurutnya, tekanan berat justru membentuk ketangguhan, disiplin, dan keberanian dalam mengambil keputusan strategis nasional.
Target Swasembada dan Komitmen Nasional
Pemerintah memiliki target ambisius untuk mempercepat swasembada pangan dari yang semula empat tahun menjadi hanya satu hingga tiga tahun. Percepatan target ini merupakan tantangan besar yang harus dijawab bersama oleh seluruh jajaran Kementan dan pemangku kepentingan lintas sektor nasional secara konsisten.
Meskipun menghadapi tekanan kerja yang luar biasa hingga sempat mengalami vertigo dan asam lambung, Mentan Amran menegaskan komitmennya untuk mengawal swasembada beras. Ia menyatakan bahwa tanggung jawab negara demi ketahanan pangan nasional jauh lebih utama.
Dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian juga sangat besar, dengan alokasi anggaran sekitar Rp40 triliun pada tahun ini, yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah. Anggaran ini diharapkan dapat mendorong lonjakan nilai ekonomi nasional dan mendukung penuh upaya swasembada.
Sumber: AntaraNews