Menko Zulhas: Harusnya Batas Toleransi Kenaikan Harga Plastik 30 Persen, tapi di Pasaran Ada yang 70 Persen
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menuturkan di pasaran kenaikan harga plastik sudah mencapai 70 persen dari harga semula.
Konflik di Timur Tengah membuat harga plastik di Indonesia mengalami kenaikan. Saat ini pemerintah berupaya untuk menekan kenaikan harga plastik di pasaran.
Menteri Koordinator atau Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah saat ini sedang berkoordinasi dengan pengusaha biji plastik. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan kenaikan harga plastik.
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menuturkan di pasaran kenaikan harga plastik sudah mencapai 70 persen dari harga semula. Pemerintah, sambung Zulhas, menetapkan batas toleransi kenaikan plastik ini maksimal diangka 30 persen.
"Kira-kira agak tidak terlalu (tinggi kenaikan harga), kira-kira (batas toleransi) 30 persen. Di pasar ada yang (naik) sampai 60 sampai 70 persen. Mestinya kan kalau naik 30 persen," tutur Zulhas di Sleman, Kamis 16 April 2026.
Zulhas merinci naiknya harga plastik ini dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia. Jika harga minyak dunia naik, maka harga plastik akan ikut terdongkrak naik.
Harga Plastik Tergantung Impor Minyak
"Plastik itukan tergantung pada impor minyak. Itu sangat berpengaruh langsung. Oleh karena itu, kenaikan minyak akan sangat berpengaruh langsung (pada naiknya harga plastik," tutur Zulhas.
Zulhas menambahkan di Indonesia ada sejumlah alternatif kemasan barang organik sebagai pengganti harga kemasan plastik. Di antaranya ada daun pisang dan lainnya.
"Bagus kalau kita punya alternatif. Kita sebetulnya kaya. Kaya dengan organik. Kalau bisa plastik diganti organik. Bagus sekali itu.