Ketahanan Pangan Penajam Paser Utara Optimistis Terjaga Berkat Panen Padi Perdana 2026
Kabupaten Penajam Paser Utara menunjukkan optimisme tinggi dalam menjaga Ketahanan Pangan. Musim panen padi perdana 2026 diprediksi mampu memenuhi kebutuhan lokal dan memperkuat swasembada daerah.
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, menyatakan optimistis mampu menjaga ketahanan dan memenuhi kebutuhan pangan di wilayahnya. Optimisme ini didorong oleh berlangsungnya musim panen tanaman padi pertama pada tahun 2026.
Musim panen perdana ini telah dimulai sejak pertengahan Maret 2026 di berbagai wilayah di PPU. Puncak panen diperkirakan akan terjadi pada awal April 2026, setelah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Gunawan, menyampaikan bahwa target panen tanaman padi pada tahun ini mencapai 50.329 gabah kering panen (GKP). Kemajuan panen terus berjalan seiring dengan aktivitas di lapangan.
Peningkatan Produktivitas Lahan Pertanian di PPU
Luas lahan pertanian padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat mencapai 14.070 hektare. Angka ini menunjukkan potensi besar untuk produksi beras lokal yang berkelanjutan.
Produksi gabah kering panen (GKP) di PPU menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, tercatat 48.188 GKP, dan meningkat menjadi 50.250 GKP pada tahun 2025.
Petani di Penajam Paser Utara mampu menghasilkan 3-4 ton gabah per hektare dalam satu kali panen. Umumnya, petani melakukan dua kali panen dalam setahun, sehingga menjaga pasokan pangan tetap stabil.
Optimalisasi Lahan dan Dukungan Pemerintah untuk Ketahanan Pangan
Pada tahun 2026, pemerintah daerah juga melakukan optimalisasi lahan pertanian tanaman padi seluas sekitar 5.436 hektare. Optimalisasi ini telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian untuk meningkatkan hasil produksi.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara sangat optimistis bahwa produksi padi sebanyak dua kali dalam satu tahun yang stabil. Hal ini mampu menjaga ketahanan dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri.
Berdasarkan data terakhir, Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki sekitar 8.000 petani. Mereka tergabung dalam 700 kelompok tani, menunjukkan struktur pertanian yang terorganisir dan berpotensi besar.
Strategi Menjaga Ketersediaan Pangan Lokal
Strategi menjaga ketersediaan pangan lokal di PPU tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi semata. Namun juga pada pengelolaan pasca-panen dan distribusi yang efektif untuk memastikan pasokan merata.
Dengan target panen 50.329 GKP tahun ini, PPU berupaya mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Ini merupakan langkah krusial menuju swasembada pangan yang berkelanjutan di tingkat lokal.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan program ini. Dukungan teknologi dan penyuluhan pertanian juga terus digalakkan untuk mencapai hasil optimal dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews