Kemenkop Dorong Sinergi Koperasi NTT untuk Perkuat Lembaga Keuangan Mikro
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong Kopdit Swasti Sari dan Kopdit TLM bersinergi dengan KMP untuk perkuat lembaga keuangan mikro di NTT, dorong ekonomi kerakyatan.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono secara aktif mendorong terjalinnya sinergi antara Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari dan Kopdit Tanaoba Lais Manekat (TLM) dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP). Dorongan ini disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu, 26 April.
Langkah strategis ini bertujuan utama untuk memperkuat fondasi lembaga keuangan mikro di tingkat desa dan kelurahan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan akses pembiayaan bagi masyarakat dapat semakin luas, mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat membuka Rapat Anggaran Tahunan (RAT) Kopdit Swasti Sari di salah satu hotel di Kota Kupang. Kunjungan kerja Menkop sendiri telah berlangsung sejak Sabtu, 25 April, termasuk meninjau KMP di Kota Kupang dan menghadiri RAT Kopdit TLM.
Peran Strategis Koperasi dalam Ekonomi Nasional
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa Rapat Anggaran Tahunan (RAT) tidak boleh hanya menjadi agenda formal semata. RAT harus dimanfaatkan sebagai forum strategis untuk menghasilkan keputusan yang mampu meningkatkan aktivitas usaha koperasi secara signifikan. Keputusan ini diharapkan dapat memperluas dampak ekonomi positif bagi seluruh anggota koperasi.
Koperasi memiliki peran yang sangat strategis sebagai instrumen vital dalam mengembalikan arah pembangunan ekonomi nasional. Fokusnya adalah mewujudkan ekonomi yang berkeadilan, inklusif, dan berlandaskan semangat kebersamaan, sesuai amanat konstitusi. Hal ini penting mengingat adanya pergeseran nilai akibat pengaruh sistem ekonomi global, termasuk sejak keterlibatan Indonesia dengan International Monetary Fund.
Ferry berharap momentum RAT dapat memperkuat komitmen seluruh insan koperasi dalam membangun ekonomi masyarakat. Pembangunan ekonomi ini tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan semata, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai solidaritas dan gotong royong yang menjadi ciri khas koperasi.
Penguatan sektor koperasi menjadi krusial untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat luas. Dengan demikian, struktur ekonomi yang berbasis kerakyatan dapat semakin kokoh dan berdaya saing.
Capaian Progresif Kopdit Swasti Sari dan Potensi Sinergi Koperasi NTT
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah daerah NTT, khususnya Wakil Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena. Apresiasi juga ditujukan kepada seluruh jajaran pengurus, pengawas, dan anggota Kopdit Swasti Sari atas capaian kinerja yang dinilai sangat progresif.
Kopdit Swasti Sari saat ini tercatat memiliki sekitar 217 ribu anggota, menunjukkan jangkauan layanan yang luas di tengah masyarakat. Selain itu, total aset koperasi ini diproyeksikan mendekati angka Rp1,2 triliun pada tahun buku 2025.
Capaian impresif ini, menurut Ferry, menjadi bukti nyata kapasitas koperasi kredit di NTT untuk tumbuh pesat dan memberikan kontribusi signifikan. Kontribusi tersebut sangat terasa dalam peningkatan perekonomian masyarakat setempat, menunjukkan keberhasilan model koperasi di wilayah tersebut.
Ferry secara khusus mendorong Kopdit Swasti Sari dan koperasi besar lainnya untuk mengambil peran lebih besar dalam memperkuat lembaga keuangan mikro di tingkat desa dan kelurahan. Sinergi Koperasi NTT ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem keuangan yang lebih merata dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews