Kartini Masa Kini, BEI: 9 Juta Investor Perempuan Warnai Pasar Modal Indonesia
Hingga periode berjalan tahun 2026, total investor pasar modal telah melampaui 25 juta, dengan penambahan sekitar 4,9 juta investor baru.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan jumlah investor di pasar modal Indonesia, di mana data menunjukkan tren yang semakin kuat, dengan partisipasi perempuan menjadi salah satu pendorong utama.
Hingga periode berjalan tahun 2026, total investor pasar modal telah melampaui 25 juta, dengan penambahan sekitar 4,9 juta investor baru. Dari jumlah tersebut, kontribusi investor perempuan mencapai 9 juta dengan pertumbuhan sebesar 7 persen sepanjang tahun ini.
"Khusus untuk perempuan, jumlahnya mencapai 9 juta investor dengan pertumbuhan 7 persen sepanjang tahun 2026,” kata Direktur Keuangan, SDM dan Umum PT Bursa Efek Indonesia, Risa E. Rustam, dalam acara She-Lebrate Kartini's Day: Habis Gelap Terbitlah Terang, di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (21/4).
Menurutnya, lonjakan ini menjadi sinyal penting bahwa perempuan kini semakin mengambil peran strategis dalam aktivitas ekonomi, khususnya di sektor investasi.
"Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat, terutama perempuan di Indonesia yang semakin sadar, memahami dan berani mengambil peran dalam membangun masa depan finansialnya," ujarnya.
Kata Risa, tidak lagi sekadar menjadi pelengkap, perempuan mulai tampil sebagai aktor utama dalam membangun kemandirian finansial sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Perubahan Besar Pola Pikir
Ia menilai, peningkatan jumlah investor perempuan mencerminkan perubahan besar dalam pola pikir masyarakat. Risa menekankan bahwa perempuan memiliki peran kunci dalam mendorong ekonomi yang lebih inklusif.
Ketika perempuan memiliki pemahaman yang baik tentang keuangan dan investasi, maka dampaknya akan berlipat, mulai dari peningkatan kesejahteraan keluarga hingga terciptanya distribusi ekonomi yang lebih merata.
"Ketika perempuan memahami keuangan dan investasi yang dibangun bukan hanya kesejahteraan individu, tapi juga ketahanan keluarga dan stabilitas ekonomi nasional," ujarnya.
Selain itu, pasar modal disebut sebagai ruang yang terbuka dan inklusif bagi siapa saja, termasuk perempuan yang ingin mulai berinvestasi. Dengan kemudahan akses informasi dan teknologi saat ini, peluang untuk terlibat dalam pasar modal semakin besar, tanpa memandang latar belakang.