Jasaraharja Putera Catat Pertumbuhan Premi 10 Persen dan Laba Naik 16,79 Persen di 2025
Pencapaian ini didorong oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan perusahaan, serta didukung strategi bisnis yang adaptif.
Di tengah dinamika industri asuransi yang terus berkembang, PT Jasaraharja Putera mencatatkan kinerja perusahaan yang solid dan berkelanjutan sepanjang tahun 2025 berdasarkan laporan keuangan internal (unaudited).
Hingga Desember 2025, perusahaan membukukan pendapatan premi bruto sebesar Rp1,6 triliun, atau tumbuh sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini didorong oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan perusahaan, serta didukung strategi bisnis yang adaptif, penguatan portofolio produk, dan optimalisasi jaringan distribusi di berbagai wilayah operasional.
Dari sisi profitabilitas, PT Jasaraharja Putera juga mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 16,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut mencerminkan efektivitas pengelolaan biaya serta peningkatan kualitas underwriting. Selain itu, tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) perusahaan tetap terjaga kuat di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120 persen, dengan capaian 346,70 persen, yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.
Selain kinerja keuangan, perusahaan juga menunjukkan performa kuat pada sejumlah lini bisnis utama yang menjadi pilar pertumbuhan. Sepanjang 2025, PT Jasaraharja Putera berhasil memperkuat posisinya di jajaran teratas industri asuransi umum nasional, khususnya pada lini bisnis Suretyship.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jasaraharja Putera mencatatkan kontribusi premi signifikan pada segmen Suretyship dengan pangsa pasar nasional mencapai 33,92 persen, menjadikannya pemimpin pasar di segmen tersebut. Perusahaan juga mampu mempertahankan daya saing pada lini Liability dengan peringkat ketiga nasional di tengah persaingan industri yang ketat.
Capaian ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola portofolio bisnis yang terdiversifikasi serta menangani risiko berskala besar dan kompleks secara profesional.
Hal tersebut tercermin dari kemampuan perusahaan menekan loss ratio Suretyship menjadi 13,16 persen pada kuartal III-2025, jauh di bawah rata-rata industri yang mencapai 36 persen, berkat penerapan risk-based scoring dan disiplin underwriting yang ketat.
Kinerja positif tersebut tidak terlepas dari implementasi berbagai inisiatif strategis, termasuk pengembangan produk asuransi yang relevan dengan kebutuhan pasar ritel dan korporasi, percepatan transformasi digital pada proses layanan dan klaim, serta penguatan manajemen risiko dan tata kelola perusahaan.
Di sisi pengembangan sumber daya manusia, perusahaan terus mendorong peningkatan kompetensi melalui pendidikan dan sertifikasi. Sepanjang 2025, sebanyak 108 pegawai PT Jasaraharja Putera berpartisipasi dalam Program Profesi AAMAI, sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan kepada pemangku kepentingan.
Hasil Konsistensi Perusahaan
Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, menyampaikan bahwa capaian kinerja tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis yang terukur dan berorientasi jangka panjang.
"Pertumbuhan PT Jasaraharja Putera berjalan berbeda dengan industri karena kami tumbuh sesuai fokus perusahaan. Investasi dilakukan secara prudent, didukung kepercayaan industri dan reasuransi, serta pencadangan yang terukur sebagai bagian dari upaya menjaga reputasi perusahaan," ujarnya.
Komitmen 2026
Ke depan, PT Jasaraharja Putera berkomitmen melanjutkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan melalui inovasi berkelanjutan, kolaborasi strategis, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia.
Dengan fondasi keuangan yang kuat dan strategi yang terarah, perusahaan optimistis dapat mempertahankan kinerja positif sekaligus berkontribusi dalam memperkuat daya saing industri asuransi nasional dan mendukung perlindungan finansial masyarakat Indonesia.