Hutama Karya Genjot Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, Target Rampung Cepat
PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang, mengerahkan seluruh sumber daya demi target penyelesaian yang cepat dan layak huni.
Hutama Karya Genjot Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, Target Rampung Cepat
PT Hutama Karya (Persero) terus menggenjot pembangunan hunian sementara (huntara) untuk masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Perusahaan mengerahkan seluruh sumber daya guna memastikan proyek vital ini dapat rampung sesuai target.
Koentjoro, Direktur Utama PT Hutama Karya, melalui EVP Sekretaris Perusahaan Mardianshah, menyatakan bahwa progres pembangunan telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Upaya percepatan ini dilakukan untuk segera menyediakan tempat tinggal yang layak bagi para korban banjir.
Pematangan lahan di lokasi pembangunan kini hampir selesai, dan pekerjaan umpak di area B telah dimulai, termasuk proses fabrikasi. Material yang dibutuhkan juga hampir 100 persen terkumpul dan sudah tiba di lokasi, menunjukkan kesiapan penuh untuk penyelesaian dalam waktu dekat.
Pengerahan Sumber Daya dan Progres Pembangunan
Mardianshah menjelaskan bahwa manajemen Hutama Karya secara langsung meninjau lokasi pembangunan huntara guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Pemantauan ketat ini menjadi kunci untuk menjaga kualitas dan kecepatan proyek.
Untuk mengakselerasi pekerjaan, Hutama Karya mengerahkan material dan tenaga kerja dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Medan, Pekanbaru, hingga Pulau Jawa. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengatasi tantangan logistik dan sumber daya.
"Seluruh sumber daya kami kerahkan, termasuk dari BUMN karya lainnya," kata Mardianshah, menegaskan sinergi antar-BUMN. Tujuannya adalah agar pembangunan huntara ini dapat selesai tepat waktu dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Meskipun menghadapi cuaca yang tidak menentu di Tamiang, tim terus berpacu dengan waktu. Target penyelesaian huntara ditujukan dalam waktu dekat, menunjukkan dedikasi tinggi para pekerja di lapangan.
Urgensi Relokasi dan Kolaborasi Lintas BUMN
Percepatan pembangunan huntara ini didasari oleh urgensi waktu yang terbatas. Pihak Hutama Karya ingin agar warga yang saat ini masih tinggal di tenda-tenda darurat dapat segera dievakuasi ke hunian yang lebih layak dan aman, demi kesehatan dan kesejahteraan mereka.
"Kami ingin masyarakat bisa segera pindah dari tenda ke huntara agar lebih terjamin kesehatannya dan bisa menjalani kehidupan yang lebih layak," tutur Mardianshah. Ini mencerminkan kepedulian terhadap kondisi para korban banjir yang membutuhkan fasilitas memadai.
Pembangunan huntara ini merupakan hasil kolaborasi lintas BUMN yang kuat, melibatkan dukungan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Pertamina, PLN, serta sejumlah BUMN karya lainnya. Sinergi ini memperkuat upaya penanganan bencana di Aceh Tamiang.
Total huntara yang dibangun di Aceh Tamiang berjumlah 600 unit. Hutama Karya berharap dengan dukungan cuaca yang kondusif, pekerjaan dapat berlangsung lebih maksimal dan selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Mardianshah menambahkan bahwa banyak rumah warga yang rusak dan tidak bisa ditempati akibat banjir. Dengan selesainya huntara ini, masyarakat diharapkan dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak, tidak lagi kedinginan di tenda, dan perlahan dapat menjalani kehidupan normal.
Komitmen seluruh tim Hutama Karya patut diapresiasi, mengingat mereka tetap bekerja keras meskipun di masa liburan akhir tahun. "Di masa liburan ini, kami rela meninggalkan keluarga dan menunda liburan demi mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak banjir," pungkas Mardianshah, menunjukkan dedikasi tinggi.
Sumber: AntaraNews