Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp3 Juta Lebih !
Harga emas Antam hari ini kembali naik, melampaui Rp 3.000.000 per gram. Kenaikan harga emas Antam mencapai Rp 40.000 dalam perdagangan hari ini.
Harga emas dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan hari Selasa, 24 Februari 2026. Pada hari ini, harga emas Antam berhasil melampaui angka Rp3 juta dan mendekati rekor tertingginya. Mengutip dari laman logammulia.com, harga emas Antam meningkat sebesar Rp40.000 menjadi Rp3.068.000 per gram. Sebelumnya, pada perdagangan hari Senin, harga emas Antam ditetapkan pada Rp3.028.000 per gram.
Selain itu, harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan. Hari ini, harga buyback emas Antam meningkat sebesar Rp41.000, sehingga ditetapkan menjadi Rp2.854.000 per gram. Sebagai informasi, harga buyback ini adalah harga yang ditawarkan oleh Antam ketika Anda ingin menjual emas, yang saat ini berada di angka Rp 2.854.000 per gram. Selain itu, perlu diketahui bahwa harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tanggal 29 Januari 2026, dengan harga mencapai Rp3.168.000 per gram, sedangkan harga buyback pada saat itu berada di Rp2.989.000 per gram.
Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, yang merupakan unit bisnis dari PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi masyarakat.
Daftar Harga Emas Antam
Berikut adalah daftar harga emas Antam per hari Selasa, 24 Februari 2026 untuk pengiriman di Surabaya Darmo:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.584.000
- Harga emas 1 gram: Rp 3.068.000
- Harga emas 2 gram: Rp 6.086.000
- Harga emas 3 gram: Rp 9.111.000
- Harga emas 5 gram: Rp 15.155.000
- Harga emas 10 gram: Rp 30.230.000
- Harga emas 25 gram: Rp 75.410.000
- Harga emas 50 gram: Rp 150.655.000
- Harga emas 100 gram: Rp 301.160.000
- Harga emas 250 gram: Rp 742.590.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.504.900.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 3.008.600.000.
Harga Emas Capai Level Tertinggi Imbas Tarif Trump
Harga emas dunia mengalami lonjakan lebih dari 2% dan mencapai titik tertinggi dalam tiga pekan pada perdagangan yang berlangsung pada hari Senin. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan untuk aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian terkait rencana tarif yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Penguatan harga emas ini terjadi setelah Trump mengumumkan niatnya untuk meningkatkan bea masuk impor, menyusul keputusan dari Mahkamah Agung Amerika Serikat yang menolak kebijakan tarif sebelumnya.
Menurut laporan yang dikutip dari CNBC pada Selasa (24/2), harga emas spot tercatat naik 2% ke level USD 5.206,39 per ounce, setelah sebelumnya sempat menyentuh posisi tertinggi sejak 30 Januari. Sebelumnya, harga emas juga pernah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di USD 5.594,82 per ounce pada 29 Januari.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman bulan April ditutup dengan penguatan sebesar 2,8% di level USD 5.225,60 per ounce. Kenaikan harga emas ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan investor terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik global, yang mendorong mereka untuk mencari instrumen investasi yang lebih aman.
Dampak Libur Imlek
Managing Partner CPM Group, Jeffrey Christian, menyatakan bahwa lonjakan harga emas saat ini dipengaruhi oleh berbagai isu ekonomi dan politik yang terjadi di seluruh dunia. "Ada banyak masalah ekonomi dan politik di seluruh dunia. Dengan pasar yang relatif sepi selama libur Tahun Baru Imlek, kami memperkirakan harga emas bisa naik tajam ketika aktivitas kembali normal," ungkap Christian.
Di sisi lain, mantan Presiden Donald Trump kembali mengkritik putusan Mahkamah Agung yang berkaitan dengan kebijakan tarifnya pada hari Senin. Sebelumnya, Trump juga mengumumkan rencananya untuk menaikkan tarif sementara atas semua impor AS dari 10% menjadi 15%, yang merupakan batas maksimum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Sementara itu, China Daratan, yang merupakan salah satu konsumen emas terbesar di dunia, masih dalam masa libur Tahun Baru Imlek dan baru akan kembali beroperasi pada hari Selasa. Hal ini berkontribusi pada likuiditas pasar yang terbatas dan meningkatkan potensi volatilitas harga emas dalam jangka pendek.