Harga Bijih Plastik Melonjak, Saham Emiten Bahan Baku Plastik Terkoreksi
Dalam jangka lebih panjang, saham ini memiliki rentang pergerakan yang cukup lebar, yakni antara Rp169 hingga Rp1.955 dalam 52 minggu.
Lonjakan harga bijih plastik di pasar global mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, memberikan tekanan signifikan terhadap kinerja saham emiten yang bergerak di sektor kemasan plastik dan industri turunannya pada perdagangan Kamis (16/4).
Pada perdagangan Sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) harga saham industri bahan baku plastik, Lotte Chemical Titan Holding Berhad yang diperdagangkan dengan kode FPNI di Bursa Efek Indonesia bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Hingga pukul 11.42 WIB, harga saham tercatat di level Rp530 per saham, turun 0,93 persen atau terkoreksi Rp5 dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp535.
Pergerakan saham menunjukkan tekanan jual sejak pembukaan. Pada awal sesi, saham dibuka di level Rp540 dan sempat menguat hingga menyentuh harga tertinggi Rp570.
Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama seiring aksi profit taking yang mendorong harga turun hingga menyentuh level terendah harian di Rp 520 sebelum akhirnya bergerak stabil di kisaran Rp530.
Dari sisi fundamental, kapitalisasi pasar perusahaan tercatat sekitar Rp2,95 triliun dengan rasio price to earnings (P/E) sebesar 40,79. Sementara itu, dalam laporan keuangan terbaru, perseroan mencatat pendapatan sebesar 86,76 juta pada kuartal IV 2025, atau tumbuh tipis 0,06 persen secara tahunan (year-on-year).
Dalam jangka lebih panjang, saham ini memiliki rentang pergerakan yang cukup lebar, yakni antara Rp169 hingga Rp1.955 dalam 52 minggu terakhir. Rentang tersebut mencerminkan volatilitas tinggi yang kerap terjadi pada saham sektor petrokimia, seiring perubahan kondisi makroekonomi dan harga komoditas energi.
Saham Lainnya
Harga saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mengalami tekanan pada perdagangan intraday, Kamis (16/4). Hingga pukul 11.43 WIB, harga saham IMPC tercatat di level Rp2.330 per saham atau turun Rp60 setara 2,51 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp2.390.
Pergerakan saham IMPC sejak pembukaan menunjukkan tren melemah. Dibuka di level Rp2.400, saham sempat menyentuh posisi tertinggi di Rp2.450 sebelum berbalik arah dan turun hingga menyentuh level terendah Rp2.270. Sepanjang sesi pagi, tekanan jual tampak mendominasi sehingga harga bergerak fluktuatif di kisaran Rp 2.300–Rp 2.350.
Secara fundamental, IMPC masih memiliki kapitalisasi pasar yang besar, mencapai sekitar Rp128,48 triliun. Namun demikian, rasio price to earnings (P/E) perseroan yang berada di level 204,60 kali tergolong tinggi, yang bisa menjadi salah satu pertimbangan investor dalam menilai valuasi saham ini.
Dari sisi kinerja, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif. Pada kuartal IV 2025, IMPC membukukan pendapatan sebesar Rp1,25 triliun atau meningkat 13,14 persen secara tahunan (year-on-year).
Adapun dalam rentang 52 minggu, saham IMPC bergerak cukup lebar, yakni di kisaran Rp282 hingga Rp4.170 per saham. Hal ini mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi, sekaligus membuka peluang maupun risiko bagi investor.