FOTO: Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS
Rupiah kembali tertekan hingga mencetak rekor pelemahan terdalam sepanjang sejarah di tengah derasnya tekanan glo
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali terpuruk pada perdagangan Selasa sore (12/5/2026). Mata uang Garuda ambruk hingga menembus level psikologis baru di Rp17.500 per dolar AS, yang sekaligus menjadi titik pelemahan terdalam sepanjang sejarah perdagangan rupiah.
Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Sentimen suku bunga tinggi di Amerika Serikat serta kekhawatiran pasar terhadap dinamika geopolitik internasional mendorong penguatan dolar AS secara luas dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Pelemahan ini juga tidak berdiri sendiri. Sejumlah mata uang Asia turut mengalami tekanan serupa. Won Korea Selatan tercatat memimpin pelemahan sebesar 1,11 persen, disusul peso Filipina yang turun 0,56 persen, rupee India melemah 0,43 persen, serta baht Thailand yang terkoreksi 0,39 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap mata uang regional yang semakin merata di tengah kuatnya dominasi dolar AS di pasar global.