Fakta Unik: Lampung Produsen Kopi Robusta Kedua Nasional! Ini Strategi Perkebunan Lampung Perkuat Ekonomi Daerah
Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat Strategi Perkebunan Lampung untuk dongkrak ekonomi, fokus pada peningkatan produksi, hilirisasi, dan investasi. Bagaimana upaya ini akan mengukuhkan posisi Lampung?
Pemerintah Provinsi Lampung baru-baru ini menegaskan komitmennya untuk memperkuat strategi pembangunan subsektor perkebunan. Langkah ini diambil guna mendongkrak perekonomian daerah yang memiliki potensi pertanian sangat besar. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemprov Lampung, Lukman Pura, menyampaikan hal tersebut di Bandarlampung pada Senin (20/10).
Penguatan strategi ini difokuskan pada beberapa pilar utama demi mencapai target yang ambisius. Peningkatan produksi dan produktivitas komoditas menjadi prioritas utama untuk menjamin ketersediaan pasokan. Selain itu, upaya juga diarahkan pada peningkatan mutu hasil perkebunan agar berdaya saing global.
Lebih lanjut, pengembangan hilirisasi dan investasi juga menjadi bagian integral dari rencana ini. Tujuannya adalah untuk menciptakan nilai tambah lebih tinggi bagi produk pertanian Lampung. Strategi komprehensif ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Lampung sebagai lumbung pangan nasional.
Fokus Peningkatan Produksi dan Hilirisasi
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemprov Lampung, Lukman Pura, menekankan pentingnya penguatan hilirisasi. Hilirisasi produk perkebunan Lampung krusial untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Pemerintah berkomitmen mendorong industri pengolahan, termasuk di tingkat kelompok tani.
Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) petani menjadi kunci keberhasilan strategi ini. Petani akan dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam pengolahan. Sarana dan prasarana yang mendukung juga akan disediakan untuk menunjang proses hilirisasi.
Upaya ini sejalan dengan visi RPJMD 2025-2029 yang menargetkan Lampung sebagai Lumbung Pangan Nasional. Pencapaian target ini memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Dukungan dari semua pemangku kepentingan juga sangat dibutuhkan untuk mewujudkan visi tersebut.
Kontribusi Signifikan Sektor Perkebunan bagi Lampung
Provinsi Lampung membanggakan capaian produksi di berbagai komoditas perkebunan Lampung. Kopi robusta menduduki peringkat kedua nasional, menunjukkan potensi besar daerah ini. Lada juga menyumbang 24,57 persen produksi nasional dan berada di peringkat kedua.
Komoditas lain seperti kakao dan karet masing-masing menempati peringkat lima dan sembilan nasional. Tebu berada di peringkat kedua nasional, sementara kelapa sawit juga menjadi komoditas strategis. Data ini menegaskan dominasi Lampung dalam sektor perkebunan di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Triwulan IV 2024, sektor pertanian berkontribusi 26,21 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung. Subsektor perkebunan sendiri menyumbang 6,85 persen pada Triwulan II 2025. Total kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan naik menjadi 28,51 persen.
“Ini menunjukkan bahwa perkebunan masih menjadi salah satu tulang punggung pembangunan daerah, tidak hanya dalam mendukung PDRB, tetapi juga dalam penyediaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan ketahanan pangan dan ekspor nasional,” ujar Lukman Pura.
Kesejahteraan Petani dan Visi Masa Depan
Kesejahteraan petani di Lampung menunjukkan tren positif, tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP). Pada September 2025, NTP Provinsi Lampung tercatat sebesar 127,62. Angka ini naik 1,76 persen dari bulan sebelumnya, menunjukkan peningkatan signifikan.
Kenaikan NTP ini ditopang oleh subsektor tanaman perkebunan rakyat yang memberikan NTP tertinggi, yaitu 165,25. Hal ini mengindikasikan bahwa pendapatan petani meningkat lebih besar dibanding pengeluarannya. Dampak positif ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani perkebunan Lampung.
Lukman Pura menegaskan komitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi pembangunan perkebunan Lampung. Tujuannya adalah mewujudkan visi Gubernur Lampung. Visi tersebut adalah “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”.
Sumber: AntaraNews