LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. EKONOMI

Efisiensi Anggaran, Donald Trump Pecat Ribuan Pegawai di Beberapa Lembaga

Informasi ini disampaikan oleh sumber yang memiliki pengetahuan mengenai situasi tersebut kepada ABC News.

Jumat, 14 Feb 2025 13:40:00
donald trump
US President Donald Trump's flood of initiatives, decrees and pithy remarks have kept the world on tenterhooks ever since his return to the White House. Is he following a plan? (© 2025 merdeka.com)
Advertisement

Pemerintahan Amerika Serikat yang dipimpin oleh Donald Trump mulai melaksanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal di berbagai lembaga federal pada hari Kamis, 13 Februari 2025. Tindakan ini diperkirakan akan mempengaruhi ribuan pegawai.

Keputusan tersebut diambil setelah pemerintahan Trump memutuskan untuk mengakhiri tawaran pengunduran diri yang sebelumnya ditangguhkan bagi dua juta pegawai pemerintah federal. Menurut laporan dari Yahoo, informasi ini disampaikan oleh sumber yang memiliki pengetahuan mengenai situasi tersebut kepada ABC News.

PHK ini merupakan bagian dari komitmen kampanye Donald Trump untuk mengurangi anggaran pemerintah federal, yang awalnya akan berdampak pada pegawai yang masih dalam masa percobaan, yakni mereka yang baru bergabung dalam satu hingga dua tahun terakhir.

Kebijakan ini bervariasi tergantung pada lembaga dan pegawai dalam kategori ini umumnya memiliki perlindungan yang lebih sedikit. Berdasarkan data terbaru yang tersedia hingga Maret 2024, terdapat sekitar 150.000 pegawai federal yang tidak termasuk pegawai Departemen Pertahanan dengan masa kerja satu tahun atau kurang.

Advertisement

Beberapa lembaga yang terkena dampak PHK termasuk Departemen Pendidikan, Biro Perlindungan Konsumen, Kantor Manajemen Personalia, Badan Perlindungan Lingkungan, serta Administrasi Layanan Umum dan Bisnis Kecil.

Sumber yang sama juga mengungkapkan bahwa lembaga-lembaga lain diarahkan untuk mulai melakukan PHK pegawai pada hari Kamis, 13 Februari 2025. Di beberapa lembaga, pekerja menerima pemberitahuan tertulis melalui email yang menyatakan bahwa mereka telah diberhentikan.

Advertisement

Di kantor Office of Personnel Management (OPM), para pegawai diundang untuk bergabung dalam panggilan telepon yang berisi pesan rekaman dari direktur pelaksana yang mengumumkan tentang pemecatan mereka, menurut sumber tersebut. Sekitar 200 pekerja yang masih dalam masa percobaan turut serta dalam panggilan telepon tersebut.

Pengeluaran Pemerintah Berlebihan

Presiden ke-47 AS Donald Trump menandatangani sejumlah perintah eksekutif setelah dilantik. (AFP) © 2025 Liputan6.com

Selamat siang, saya menghargai waktu Anda untuk bertemu dengan saya hari ini. Percakapan ini cukup menantang, dan saya ingin berbicara secara terbuka sambil memastikan Anda memiliki semua informasi serta dukungan yang diperlukan," kata Direktur Pelaksana OPM, Charles Ezell.

Dia menginformasikan kepada karyawan mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) dan meminta mereka untuk mengumpulkan barang-barang pribadi.

Ezell juga berharap agar karyawan yang terkena PHK dapat menemukan peluang baru untuk melanjutkan karier mereka.

Sumber yang terpercaya mengungkapkan bahwa sebelum melakukan PHK, OPM telah menginstruksikan agensi untuk menyusun daftar karyawan yang masih dalam masa percobaan.

Mengutip dari npr.org, pada Selasa, 11 Februari 2025, Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang meminta badan-badan federal untuk mempersiapkan pengurangan tenaga kerja yang signifikan. Trump dan penasihatnya, Elon Musk, menyatakan keinginan mereka untuk memangkas apa yang mereka anggap sebagai pengeluaran pemerintah yang berlebihan.

Menurut data pemerintah, kompensasi untuk pegawai federal menyumbang sekitar 3 persen dari total anggaran federal pada tahun fiskal 2024. Departemen Energi mulai memberhentikan pegawai percobaan pada hari Kamis, seperti yang disampaikan oleh dua pejabat dari badan tersebut kepada NPR.

Pegawai yang telah bekerja kurang dari dua tahun di pemerintah federal diberhentikan tanpa pemberitahuan sebelumnya atau pesangon. Meskipun surat resmi sedang disiapkan, beberapa pegawai diberhentikan secara lisan.

Advertisement

Pemutusan hubungan kerja yang masif juga berdampak pada Badan Keamanan Nuklir Nasional, sebuah lembaga semi-otonom di bawah Departemen Energi yang bertanggung jawab atas pengawasan senjata nuklir negara. Tindakan ini menunjukkan dampak yang signifikan terhadap pegawai yang berstatus percobaan, yang kini harus menghadapi ketidakpastian dalam karier mereka.

Berita Terbaru
  • KPK Bongkar Akar Korupsi Politik, Tata Kelola Parpol Jadi Kunci
  • Pemkot Bengkulu Intensifkan Penertiban PKL Pasar Panorama, Targetkan Bebas PKL 2026
  • BPH Migas Perketat Pengawasan BBM Subsidi: Pastikan Distribusi Tepat Sasaran
  • Penaburnesia 2026: Panggung Pelestarian Seni Anak Indonesia, Wujudkan Bakat Ratusan Siswa
  • Harga Pangan Nasional Terkini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp64.050, Telur Ayam Rp31.950 per Kg
  • berita update
  • donald trump
  • efisiensi anggaran
  • konten ai
  • nais
  • phk karyawan
Artikel ini ditulis oleh
Editor Idris Rusadi Putra
A
Reporter Agustina Melani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.