DPRP Papua Barat Mendesak Pemprov Segera Perbaiki Jalan Wasior-Aisandami Rusak
Komisi IV DPRP Papua Barat menyoroti kondisi Jalan Wasior-Aisandami rusak parah di Teluk Wondama yang memakan korban jiwa. Pemprov diminta segera bertindak untuk keselamatan dan kelancaran mobilitas warga.
Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPRP Papua Barat) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat untuk segera memperbaiki ruas jalan Wasior-Aisandami-Yopanggar di Kabupaten Teluk Wondama. Jalan tersebut mengalami kerusakan berat dan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan lalu lintas. Anggota Komisi IV DPRP Papua Barat, Asri, di Wasior, menegaskan bahwa ruas jalan ini merupakan akses utama masyarakat dari Distrik Teluk Duairi menuju pusat ibu kota kabupaten, sehingga perlu perhatian serius dari pemerintah provinsi.
Ruas jalan sepanjang kurang lebih 35 kilometer ini berstatus jalan provinsi dan sudah mengalami kerusakan di banyak titik. Kondisi ini menyulitkan transportasi umum maupun transportasi milik masyarakat untuk melintas dengan aman. Asri menjelaskan bahwa informasi dari warga setempat menyebutkan sedikitnya ada tiga orang meninggal dunia akibat kecelakaan di ruas jalan tersebut.
DPRP Papua Barat akan berkoordinasi dengan instansi teknis, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Papua Barat, untuk memastikan perbaikan segera dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Perbaikan ini krusial untuk keselamatan warga dan kelancaran mobilisasi di Kabupaten Teluk Wondama. "Jalan itu berstatus jalan provinsi, maka harus sesegera mungkin diselesaikan supaya tidak menghambat kelancaran mobilisasi masyarakat," kata Asri.
Dampak Kerusakan Jalan dan Korban Jiwa
Kerusakan parah di ruas jalan Wasior-Aisandami-Yopanggar telah menjadi perhatian serius, terutama karena menyebabkan sejumlah kecelakaan lalu lintas. Anggota Komisi IV DPRP Papua Barat, Asri, mengungkapkan bahwa setidaknya tiga warga meninggal dunia akibat insiden di jalan tersebut. Kerusakan ini tidak hanya menghambat perjalanan, tetapi juga mengancam nyawa pengguna jalan setiap hari.
Jalan sepanjang 35 kilometer ini merupakan jalur vital bagi masyarakat dari Distrik Teluk Duairi menuju pusat ibu kota kabupaten. Kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas dengan aman. Hal ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Kepala Distrik Teluk Duairi, Samuel Aitoinuri, membenarkan bahwa masyarakat seringkali melakukan perbaikan swadaya di titik-titik rawan. Salah satu lokasi paling berbahaya terletak di kawasan Gunung Botak, dekat Pantai Wisata Rowor, yang memiliki tanjakan dan turunan tajam. Titik ini sering menjadi lokasi kecelakaan bahkan dengan korban jiwa.
Urgensi Perbaikan dan Peran Strategis Jalan
Komisi IV DPRP Papua Barat menegaskan bahwa perbaikan jalan Wasior-Aisandami-Yopanggar harus menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi. Status jalan ini sebagai jalan provinsi menuntut tanggung jawab penuh dari Pemprov untuk segera mengatasinya. Keterlambatan penanganan hanya akan memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko bagi masyarakat.
Asri menambahkan bahwa ruas jalan ini memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya dari sektor pariwisata. Distrik Teluk Duairi memiliki sejumlah potensi wisata yang dapat dikembangkan, namun aksesibilitas yang buruk menjadi penghalang utama. Perbaikan jalan akan membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Komisi IV juga menyoroti dua jembatan di ruas jalan tersebut yang sudah dibangun sejak tahun 2025 namun belum rampung. Penyelesaian infrastruktur pendukung ini sangat penting untuk memastikan kelancaran seluruh jalur transportasi. "Kondisi jalan Wasior-Aisandami-Yopanggar juga sudah dibahas waktu kami rapat dengan Dinas PUPR Papua Barat. Termasuk ada dua jembatan yang sudah dibangun dari tahun 2025 namun belum rampung," ujar Asri.
Harapan Anggaran dan Koordinasi Lintas Sektor
Untuk memastikan perbaikan jalan dapat terealisasi, Komisi IV DPRP Papua Barat akan berkoordinasi intensif dengan instansi teknis terkait. Mereka berharap Dinas PUPR Provinsi Papua Barat dapat melihat urgensi masalah ini dan segera mengalokasikan anggaran yang diperlukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dukungan anggaran yang memadai menjadi kunci keberhasilan proyek perbaikan ini.
Asri menekankan pentingnya sinergi antara DPRP, Dinas PUPR, dan Pemerintah Provinsi untuk menanggapi keluhan masyarakat. Proses penganggaran dan pelaksanaan perbaikan diharapkan dapat berjalan transparan dan akuntabel. Hal ini juga untuk mencegah terulangnya insiden kecelakaan yang merugikan masyarakat.
Kepala Distrik Teluk Duairi, Samuel Aitoinuri, mengulang harapan masyarakat agar pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi, memberikan perhatian serius. "Jadi sangat diharapkan ada perhatian dari pemerintah baik kabupaten maupun provinsi," kata Samuel. Perbaikan jalan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang perlindungan keselamatan jiwa dan peningkatan kualitas hidup warga di Teluk Wondama.
Sumber: AntaraNews