LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dijual mahal, ini cara menentukan harga beras Maknyuus dan Ayam Jago

Jika PT IBU membeli GKP seperti temuan sebesar Rp 4.900, maka harga bahan baku beras akan menjadi Rp 9.800. Nantinya, harga pembelian ini ditambah dengan 3 biaya utama untuk sampai di distributor. Di mana 3 biaya utama, di antaranya biaya produksi dan pengemasan, biaya distribusi dan pemasaran, dan biaya overhead GA.

2017-07-25 15:26:03
beras
Advertisement

Direktur Keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk, Sjambiri Lioe, membeberkan skema penghitungan harga penjualan beras yang dilakukan oleh PT Indo Beras Unggul (PT IBU), yang merupakan anak perusahaan dari PT Tiga Pilar.

Seperti diketahui, PT IBU dikabarkan menjual beras untuk merek Maknyuss sebesar Rp 13.000 per kilogram (Kg) dan merek Cap Ayam Jago sebesar Rp 20.000 per Kg. Harga ini lebih tinggi dari yang ditetapkan oleh Permendag, di mana harga acuan penjualan beras ke konsumen sebesar Rp 9.000 per Kg.

Dia menjelaskan rumus rendemen simple (+/-) adalah 50 persen, yaitu setiap 1 Kg gabah kering panen (GKP) menjadi setengah jadi beras. Artinya, jika PT IBU membeli GKP seperti temuan sebesar Rp 4.900, maka harga bahan baku beras akan menjadi Rp 9.800.

Nantinya, harga pembelian ini akan ditambah dengan 3 biaya utama untuk mendapatkan harga pokok penjualan sampai di distributor. Di mana 3 biaya utama, di antaranya biaya produksi dan pengemasan, biaya distribusi dan pemasaran, dan biaya overhead GA.

"Total 3 biaya utama tersebut berkisar kurang lebih Rp 1.700 untuk Pulau Jawa. Jadi Rp 9.800 ditambah Rp 1.700 menjadi Rp 11.500. Jadi harga pokok penjualan sampai didistributor sebesar Rp 11.500," kata Sjambiri di gedung BEI, Jakarta, Selasa (25/7).

Dari harga pokok tersebut, PT IBU menentukan harga jual ke distributor sekitar Rp 11.600 untuk Pulau Jawa, dan Rp 12.200 untuk Luar Pulau Jawa. "Keuntungan kita adalah side product dan rendemen bila lebih dari 50 persen dari GKP ke beras," imbuhnya.

Sementara margin distributor ditambah dengan grosir dan pengecer adalah Rp 13.700 sampai dengan Rp 11.600, atau selisih Rp 2.100. Ini adalah margin yang terbentuk di mekanisme pasar tradisional.

"Perhitungan berbahan baku beras kurang lebih seperti GKP hanya terjadi di rendemen dan harga beras. Kalau beras Cap Ayam Jago bedanya di Harga Bahan Baku, yaitu GKP-nya lebih mahal sekitar kurang lebih Rp 2.000. Maka harga beli di konsumen sebesar Rp 20.400," pungkasnya.

Baca juga:
Satgas Pangan Polres Mojokerto grebek gudang beras oplosan
PT IBU klaim harga beras capai Rp 20.000/Kg berdasar mekanisme pasar
Beli beras dengan harga tinggi, PT IBU sebut beri insentif ke petani
Beras disimpan untuk stok, PT IBU tolak dituduh penimbun
Tak mau ikut campur, Mentan serahkan kasus PT IBU ke penegak hukum
Tak mau gegabah, Polda Sumsel uji lab beras diduga dioplos Bulog
Pembelaan PT IBU dituding oplos beras subsidi

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.