Daftar 3 Negara yang Suplai Senjata ke Israel
Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel kembali memuncak.
Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel kembali memuncak, kali ini dengan skala serangan yang jauh lebih sengit. Serangan balistik dari kedua negara telah menelan korban jiwa dari kedua belah pihak, termasuk tokoh-tokoh militer penting di Iran. Salah satu yang paling mencolok adalah laporan meninggalnya Hossein Salami, kepala Garda Revolusi Iran, serta Mohammed Bagheri, kepala staf angkatan darat negara tersebut.
Sebagai wilayah zionis, Israel kerap berseteru senjata dengan sejumlah negara, mengingat dia merupakan kawasan dengan tingkat ekspor senjata tertinggi di dunia. Menurut laporan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada Maret 2025, Israel adalah menduduki peringkat ke-15 importir senjata militer.
Dalam laporan tersebut juga mengungkap tiga daftar negara terbesar pemasok utama senjata ke Israel. Berikut rinciannya;
Amerika Serikat
Amerika Serikat masih menempati daftar puncak negara pemasok senjata ke Israel dalam kurun waktu 2020–2024. Melansir media Jerman DW, Senin (16/6) bantuan senjata yang diberikan sekutu Israel tersebut berupa pesawat tempur, kendaraan lapis baja, hingga peluru kendali.
Diperkirakan Israel telah menerima sekitar USD 228 miliar bantuan militer dari AS sejak 1946 hingga 2024. Saat ini, pada senator independen AS tengah berjuang untuk menghentikan penjualan militer ke Israel, mereka menilai bantuan dari negara terhadap Israel dapat membahayakan ekonomi AS.
Jerman
Selama periode 2020 -2024, Jerman diperkirakan menyumbang sekitar sepertiga dari impor senjata Israel. Bantuan senjata militer yang dipasok Jerman mencakup fregat laut, torpedo, kendaraan lapis baja, truk militer, senjata anti-tank, serta amunisi.
Dilaporkan saat ini, Israel tengah menunggu pengiriman kapal selam dari Jerman. Mengonfirmasi informasi tersebut, peneliti dari SIPRI, Zain Hussain, menyebutkan Jerman menjadi pilar penting bagi kemampuan maritim Israel.
Italia
Italia dilaporkan menyumbang sekitar 1 persen dari total senjata Israel. Kebijakan tersebut melanggar aturan konstitusi yang melarang ekspor senjata ke wilayah konflik.
Bahkan, laporan investigatif mengungkap bahwa Italia tetap mengekspor senjata senilai €2,1 juta ke Israel pada kuartal terakhir 2023, di tengah serangan militer aktif di Gaza.
Laporan dari media Altreconomia menyebut bahwa total ekspor senjata Italia ke Israel mencapai €5,2 juta selama 2023. Namun, temuan tersebut bertolak belakang dengan klaim pemerintah yang menyebutkan telah menghentikan pengiriman senjata ke Israel.