Citra Bersih Singapura Terguncang, Foto Menteri Makan Bareng Terpidana Rp36 Triliun Viral
Dalam pernyataan resmi menjelaskan jika para menteri diundang oleh seorang teman ke acara makan malam.
Partai Pemenang Pemilu Singapura Kembali Digoncang Skandal, Para Menterinya Ketahuan Makan Malam dengan Terpidana Pencucian Uang (TPPU) Rp36 Triliun
Singapura, negara kota yang selama ini dikenal dunia karena ketegasannya terhadap korupsi dan kebersihan sistem pemerintahannya, kini dihadapkan pada sorotan publik setelah beredarnya foto-foto makan malam sejumlah pejabat tinggi dengan seorang terpidana kasus pencucian uang senilai USD 2,2 miliar atau setara Rp36 triliun.
Foto-foto yang viral di media sosial menunjukkan Menteri Transportasi Chee Hong Tat, Menteri Kesehatan Ong Ye Kung, dan anggota parlemen Ng Chee Meng tengah menghadiri sebuah acara makan malam. Yang mengejutkan, dalam foto itu juga hadir Su Haijin, warga negara Siprus yang telah dipenjara pada tahun lalu karena keterlibatannya dalam kasus pencucian uang terbesar di Singapura.
Meskipun tidak diketahui pasti kapan foto tersebut diambil, kabar ini dengan cepat memicu diskusi luas di forum daring seperti Reddit dan berbagai media sosial. Banyak warga Singapura mempertanyakan bagaimana mungkin para pejabat tinggi bisa berada dalam satu acara sosial dengan seorang kriminal kelas kakap.
Dalam pernyataan resmi dari sekretaris pers dua menteri, dijelaskan bahwa para menteri diundang oleh seorang teman ke acara makan malam itu dan Su Haijin kebetulan hadir di sana.
“Para menteri tidak mengenal Su secara pribadi dan tidak memiliki hubungan atau urusan dengannya, baik sebelum maupun sesudah acara tersebut,” jelas pernyataan tersebut, dilansir dari Reuters, Rabu (7/5).
Catatan Skandal Para Menteri Partai Penguasa
Ng Chee Meng, mantan Menteri Pendidikan dan saat ini ketua serikat buruh utama Singapura, juga memberikan klarifikasi. Ia mengaku tidak melakukan interaksi lebih lanjut dengan Su setelah mengetahui keterlibatannya dalam proses hukum.
Kasus ini menjadi pukulan reputasi bagi Partai Aksi Rakyat (PAP), yang telah memimpin Singapura sejak kemerdekaan dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai integritas. Dalam pemilu baru-baru ini, PAP kembali meraih kemenangan telak, dengan para anggotanya tetap mengenakan seragam putih yang secara simbolis mencerminkan kemurnian dan ketidakterlibatan dalam korupsi.
Namun, dalam dua tahun terakhir, partai ini menghadapi tantangan terhadap citra bersih yang dibangunnya selama puluhan tahun. Mulai dari kasus korupsi mantan Menteri Transportasi S. Iswaran, hingga pengunduran diri Ketua DPR karena kasus perselingkuhan, semua telah menggoyahkan kepercayaan publik.
Sampai saat ini, kantor perdana menteri dan PAP belum memberikan komentar resmi terkait foto-foto yang beredar. Sementara itu, sejumlah pihak meminta lembaga anti-korupsi Singapura untuk menyelidiki apakah terdapat potensi konflik kepentingan dalam pertemuan tersebut.