CIMB Niaga Perkuat Literasi Keuangan Pelajar di 2026, Dorong Kemandirian Finansial
PT Bank CIMB Niaga Tbk berkomitmen memperkuat program Literasi Keuangan Pelajar CIMB Niaga pada tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan menumbuhkan kemandirian finansial sejak dini dan menjangkau lebih banyak siswa di seluruh Indonesia.
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat program literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar pada tahun 2026. Langkah ini merupakan upaya berkelanjutan dalam mendorong kemandirian finansial sejak usia dini. Penguatan program ini dilakukan setelah sukses menjangkau ribuan pelajar di berbagai daerah sepanjang tahun 2025.
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, menyatakan bahwa literasi keuangan adalah fondasi penting. Hal tersebut bertujuan membangun pemahaman dan kemandirian finansial generasi muda. Dengan demikian, mereka mampu merencanakan masa depan secara lebih matang.
Program ini menyasar pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga menengah atas. Tujuannya adalah membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan mengelola keuangan. Ini penting untuk masa depan yang lebih baik.
Komitmen Berkelanjutan untuk Edukasi Finansial
Pada tahun 2026, CIMB Niaga menargetkan pelaksanaan program literasi dan inklusi keuangan di 22 kota di seluruh Indonesia. Ini menunjukkan komitmen kuat bank dalam meningkatkan indeks literasi keuangan nasional secara berkelanjutan. Program ini dirancang untuk memberikan dampak positif yang lebih luas kepada generasi muda.
Selain itu, CIMB Niaga juga akan kembali menyelenggarakan kompetisi “Gemar Menabung” pada tahun 2026. Kompetisi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menanamkan kebiasaan menabung secara konsisten. Inisiatif ini diharapkan dapat membentuk perilaku finansial yang sehat sejak dini.
Melalui pembekalan literasi keuangan yang konsisten, CIMB Niaga berharap generasi muda dapat memahami konsep keuangan dan perbankan dengan lebih baik. Hal ini memungkinkan mereka merencanakan masa depan keuangannya secara lebih matang. Program ini juga diharapkan dapat mewujudkan mimpi-mimpi para pelajar.
Jejak Program Literasi Keuangan CIMB Niaga
Sepanjang tahun 2025, CIMB Niaga telah menjalankan dua program utama literasi keuangan yang berfokus pada pelajar. Program-program ini meliputi Tour de Bank (TDB) yang ditujukan untuk pelajar sekolah dasar. Selain itu ada juga program Ayo Menabung dan Berbagi (AMDB) untuk pelajar SMP dan SMA.
Program-program ini telah dilaksanakan di 29 kota, berhasil menjangkau 10.560 pelajar dari 119 sekolah. Inisiatif ini juga mendorong pembukaan 4.125 rekening tabungan pelajar. Ini merupakan pencapaian signifikan dalam meningkatkan inklusi keuangan di kalangan siswa.
Secara akumulatif sejak diluncurkan pada tahun 2011, Program TDB telah menjangkau sekitar 26.974 pelajar sekolah dasar dari 478 sekolah di 52 kota. Sementara itu, Program AMDB telah menjangkau 80.325 pelajar dari 676 sekolah di 70 kota di Indonesia.
Sejak tahun 2024, CIMB Niaga juga menghadirkan inisiatif Duta Literasi Keuangan. Inisiatif ini bertujuan mendorong peran aktif pelajar dalam menyebarluaskan edukasi keuangan di lingkungan sekolah. Pada tahun 2025, empat Duta Literasi Keuangan terpilih dari Tasikmalaya, Manado, dan Jakarta.
Dukungan Penuh dari Otoritas Jasa Keuangan
Direktur Edukasi dan Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Cecep Setiawan, menyambut positif komitmen CIMB Niaga. Beliau mengapresiasi dukungan bank dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar. OJK menilai inisiatif ini sangat penting.
Menurut Cecep Setiawan, dukungan dari sektor perbankan sangat krusial untuk membekali generasi muda. Hal ini agar mereka lebih bijak dalam mengelola keuangan dan mempersiapkan masa depan. Kolaborasi antara perbankan dan regulator menjadi kunci keberhasilan.
Program literasi keuangan CIMB Niaga tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga kelompok lain. Sasaran tersebut termasuk mahasiswa penerima beasiswa, tenaga pendidik, penyandang disabilitas, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fokus utamanya adalah di kawasan Indonesia Timur.
Sumber: AntaraNews