Bupati Bogor Siapkan Rp150 Miliar untuk Pembangunan Flyover Bomang, Tingkatkan Konektivitas Wilayah
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan anggaran Rp150 miliar disiapkan untuk pembangunan Flyover Bomang guna meningkatkan konektivitas wilayah hingga Tegar Beriman, membuka akses vital dan mendorong ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp150 miliar untuk proyek pembangunan Flyover Bojonggede-Kemang (Bomang). Proyek infrastruktur strategis ini bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah secara signifikan. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan informasi ini di Cibinong pada Jumat.
Pembangunan Flyover Bomang merupakan inisiatif kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi ini telah dibahas dalam pertemuan antara Bupati Rudy dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Subang pada Kamis (5/2).
Flyover ini dirancang untuk membuka akses langsung dari Bojonggede menuju Kemang dan Parung tanpa hambatan berarti. Hal ini akan menghilangkan keharusan pengguna jalan untuk memutar melalui Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) atau Sentul.
Anggaran Besar dan Kolaborasi Strategis Flyover Bomang
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kebutuhan anggaran untuk pembangunan Flyover Bomang mencapai hampir Rp150 miliar. Angka ini berdasarkan dokumen detail engineering design (DED) yang telah disusun secara matang. Pendanaan sebesar ini menunjukkan skala prioritas proyek bagi pengembangan infrastruktur daerah.
Proyek Flyover Bomang merupakan hasil sinergi kuat antara dua entitas pemerintahan. Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama untuk mewujudkan infrastruktur vital ini. Diskusi mengenai proyek ini telah dilakukan secara intensif, termasuk dalam pertemuan penting di Subang.
Kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan konektivitas dan mobilitas masyarakat. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lebih efisien dan efektif. Mekanisme pelaksanaan konstruksi akan disesuaikan dengan kewenangan masing-masing pihak.
Flyover Bomang: Solusi Akses Langsung dan Pendorong Ekonomi
Tujuan utama pembangunan Flyover Bomang adalah untuk menciptakan akses langsung yang lebih efisien. Jalur ini akan menghubungkan Bojonggede, Kemang, dan Parung tanpa hambatan berarti. Ini akan sangat mengurangi waktu tempuh dan biaya operasional bagi masyarakat serta pelaku usaha.
Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah secara menyeluruh hingga ke kawasan Tegar Beriman. Konektivitas yang lebih baik akan mempermudah distribusi barang dan jasa. Selain itu, mobilitas penduduk juga akan semakin lancar.
Dampak positif Flyover Bomang tidak hanya terbatas pada aspek transportasi. Pembangunan ini juga diproyeksikan akan berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Akses yang mudah akan mendorong pertumbuhan sektor perdagangan dan jasa di sepanjang jalur tersebut.
Tahapan Pembangunan dan Jembatan Pendukung Flyover Bomang
Tahapan pembangunan Flyover Bomang dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2027. Proses awal meliputi penetapan lokasi, appraisal, hingga pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bogor. Persiapan ini krusial untuk kelancaran proyek.
Sementara itu, mekanisme pelaksanaan konstruksi akan ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Opsi pembangunan mencakup skema multi-years atau penyelesaian dalam satu tahun anggaran. “Lahan dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, sedangkan pelaksanaan infrastruktur akan disesuaikan dengan kewenangan pemerintah provinsi,” kata Rudy.
Sebagai bagian dari persiapan, Pemerintah Kabupaten Bogor akan melaksanakan lelang pembangunan dua jembatan strategis pada awal 2026. Jembatan-jembatan ini, yaitu Jembatan Sitanggerang dan Jembatan Pesanggrahan, berlokasi di Jalan Bomang. Jembatan Sitanggerang direncanakan menjadi jembatan terpanjang di jalur tersebut, sementara Jembatan Pesanggrahan akan memperkuat jaringan penghubung sebelum Flyover Bomang dibangun.
Sumber: AntaraNews