Bulog Kalteng Terus Pasok Minyakita, Jaga Stabilitas Harga di Pasar
Bulog Kalteng aktif memasok Minyakita ke pasar di berbagai wilayah, memastikan ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng sesuai HET untuk masyarakat.
Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) secara konsisten melakukan pasokan Minyakita ke berbagai pasar di kabupaten dan kota. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Bulog untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng di tengah masyarakat. Langkah strategis ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga akan minyak goreng yang terjangkau.
Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana, menyatakan bahwa hingga saat ini, Bulog Kalteng telah mendistribusikan hampir 3 juta liter Minyakita. Intervensi pasar ini adalah tindak lanjut dari mandat pemerintah kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk aktif mengendalikan harga kebutuhan pokok. Ini menunjukkan peran vital Bulog dalam menjaga daya beli masyarakat.
Mandat tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025, yang mengamanatkan distribusi 35 persen dari total kuota Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita. Dengan demikian, Bulog Kalteng berperan penting dalam menjamin ketersediaan serta memastikan harga jual Minyakita tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Fokus Intervensi dan Mandat Pemerintah
Bulog Kalteng terus memperkuat intervensinya di pasar lokal guna memastikan ketersediaan Minyakita yang merata. Langkah ini menjadi bagian integral dari strategi pemerintah untuk menstabilkan harga komoditas pangan esensial. Distribusi Minyakita ini adalah wujud nyata dari peran Bulog sebagai stabilisator pasar.
Upaya ini didasari oleh Permendag Nomor 43 Tahun 2025 yang memberikan kewenangan khusus kepada BUMN seperti Bulog. Mandat tersebut secara spesifik menugaskan Bulog untuk mendistribusikan 35 persen dari total kuota DMO Minyakita. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga pasokan minyak goreng bersubsidi.
Hingga saat ini, total pasokan Minyakita yang telah disalurkan oleh Bulog Kalteng mencapai hampir 3 juta liter. Angka ini mencerminkan skala intervensi yang dilakukan untuk menjamin bahwa masyarakat memiliki akses terhadap minyak goreng dengan harga terjangkau. Ketersediaan Minyakita di pasar menjadi prioritas utama.
Strategi Distribusi dan Ketersediaan Pasokan
Untuk menjaga kelancaran pasokan, Bulog Kalteng saat ini memiliki persediaan Minyakita hampir 1 juta liter. Jumlah ini dianggap cukup untuk mendukung operasi distribusi berkelanjutan ke berbagai titik penjualan. Ketersediaan stok yang memadai menjadi kunci keberhasilan program stabilisasi harga.
Distribusi Minyakita tidak hanya terbatas pada pasar-pasar tradisional, tetapi juga diperluas ke mitra-mitra Bulog, termasuk Rumah Pangan Kita. Pendekatan multi-saluran ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai wilayah. Dengan demikian, akses masyarakat terhadap minyak goreng murah semakin mudah.
Erwin Budiana berharap, dengan strategi distribusi yang komprehensif ini, kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng murah dapat terus terpenuhi secara optimal. Bulog Kalteng berkomitmen untuk terus memantau dan menyesuaikan strategi pasokan sesuai dengan dinamika permintaan pasar.
Pengawasan Harga dan Perbandingan Pasar
Selain memastikan ketersediaan, Bulog Kalteng juga aktif melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan. Petugas Bulog secara rutin mendatangi pedagang di pasar untuk memastikan penjualan Minyakita tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Kepatuhan terhadap HET adalah aspek krusial dari program ini.
"Kunjungan kami ke pasar hari ini adalah untuk memastikan harga jual Minyakita tetap dijual paling mahal sesuai HET Rp15.700 per liter. Alhamdulillah semua pedagang sudah menjual dengan harga sesuai ketentuan," ujar Erwin. Pengawasan ini penting untuk mencegah praktik penimbunan atau penjualan di atas harga yang ditetapkan.
Berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng, Minyakita saat ini masih lebih ekonomis dibandingkan jenis minyak goreng lainnya. Minyak goreng curah rata-rata dijual Rp16.233 per liter, sementara minyak goreng premium mencapai Rp23.055 per liter. Perbandingan harga ini menunjukkan efektivitas Minyakita dalam memberikan opsi terjangkau bagi konsumen.
Sumber: AntaraNews