Budi Arie Akui Tak Mudah Bangun Koperasi Desa Merah Putih
Ada persepsi negatif publik terhadap koperasi karena banyaknya kasus pinjaman online.
Menteri Koperasi, Budi Arie mengakui tak mudah dalam membangun koperasi desa merah putih. Dia menyebut, terdapat delapan tantangan yang harus dihadapi.
"Masih rendahnya partisipasi masyarakat dan kesadaran kolektif akan pentingnya koperasi," kata Budi, dalam keterangan resmi, Sabtu (3/5).
Kedua, persepsi negatif publik terhadap koperasi karena banyaknya kasus pinjaman online.
"Adanya persepsi atau image negatif publik terhadap koperasi karena kasus koperasi bermasalah dan pinjol ilegal berkedok koperas," ujar dia.
Ketiga, Budi mengatakan, koperasi masih dianggap kurang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Keempat, skala ekonomi dan potensi setiap desa berbeda.
"Kelima kapasitas dan kompetensi SDM di setiap desa berbeda. Keenam kemungkinan adanya elite capture dalam pembentukan dan kepengurusan," ungkapnya.
Selanjutnya
Ketujuh, yakni kemungkinan fraud dalam pengelolaan yang tidak profesional, transparan dan akuntabel.
"Terakhir, potensi keberlanjutan lembaga dan usaha koperasi ke depan," ucap Budi.
Padahal, Budi menyebut, masa depan koperasi ada ditangan masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, dia meminta agar masyarakat bisa menangani tantangan tersebut.
"Masa depan gerakan koperasi ada ditangan seluruh warga bangsa. Saatnya kita bergerak dan maju bersama. Delapan tantangan harus kita atasi bersama. Karena kunci kemajuan dan kemandirian koperasi adalah orang ( SDM), organisasi dan sistemnya harus bagus dan kuat," imbuh Budi.