BPMA Catat Realisasi Lifting Kondensat Aceh Capai 200 Ribu Barel, Melebihi Target 109%!
Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mengumumkan capaian luar biasa realisasi lifting kondensat Aceh yang melampaui target, bahkan ada yang diekspor. Simak detailnya!
Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mencatat realisasi lifting kondensat dari Wilayah Kerja (WK) B Aceh Utara hingga awal semester II 2025 mencapai 200.701 barel. Capaian ini merupakan hasil kerja keras sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah tersebut. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kepala Divisi Operasi BPMA, Hafizullah, di Banda Aceh pada Jumat, menyatakan bahwa total lifting kondensat dari WK B ini telah melampaui target yang ditetapkan. Target awal adalah 183,3 ribu barel atau setara dengan 864 barel per hari. Keberhasilan ini membawa optimisme bagi pengelolaan migas di Aceh.
Dengan realisasi yang mencapai 109 persen dari target, BPMA optimis tingkat lifting kondensat WK B dapat terus melampaui rencana hingga akhir tahun. Pencapaian ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan energi dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah. Ini adalah langkah maju dalam pengelolaan sumber daya alam Aceh.
Capaian Impresif Realisasi Lifting Kondensat
Realisasi lifting kondensat oleh BPMA dan KKKS di WK B Aceh Utara menunjukkan angka yang sangat memuaskan. Total 200.701 barel kondensat berhasil di-lifting hingga awal semester II 2025. Angka ini secara signifikan melampaui target yang ditetapkan dalam WP&B 2025, yaitu 183,3 ribu barel.
Hafizullah menegaskan bahwa capaian 109 persen dari target ini adalah bukti efisiensi operasional. Keberhasilan ini mencerminkan koordinasi yang baik antara BPMA dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama. Peningkatan produksi ini diharapkan dapat terus berlanjut di sisa tahun berjalan.
Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, BPMA sangat optimis tingkat realisasi lifting kondensat WK B akan terus melampaui target yang direncanakan. Komitmen untuk mempertahankan kinerja positif ini menjadi prioritas. Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan energi nasional dan menjaga stabilitas pasokan.
Destinasi Ekspor dan Domestik Kondensat Aceh
Kondensat yang berhasil di-lifting dari WK B Aceh Utara memiliki tujuan distribusi yang beragam. Sebagian dari volume kondensat tersebut dialokasikan untuk ekspor ke negara Thailand. Ini menunjukkan peran Aceh dalam pasar energi regional.
Selain tujuan ekspor, sebagian kondensat juga disalurkan untuk kebutuhan domestik. Destinasi domestik utama adalah kilang TPPI Tuban, Jawa Timur. Ini mendukung upaya pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.
Pengawas Lifting BPMA, Irfansyah, menambahkan bahwa pada akhir Juli 2025, BPMA bersama KKKS PT Pema Global Energi (PGE) berhasil mengekspor 87,1 ribu barel kondensat. Volume ini ditransfer ke kapal MT Maersk Magellan untuk dibawa ke TIS Petroleum (Asia) PTE LTD di Thailand. Proses ini menunjukkan kelancaran dalam rantai pasok.
Kunci Keberhasilan Operasional Lifting Kondensat
Keberhasilan pengangkutan dan realisasi lifting kondensat ini tidak terlepas dari perencanaan yang matang. Koordinator Pengawas Lifting BPMA, Muhammad Akmal, menjelaskan pentingnya penjadwalan yang tepat. Pengaturan volume yang dapat diangkut juga menjadi faktor krusial dalam proses ini.
Perencanaan yang cermat dilakukan untuk memastikan volume kondensat yang diproduksi dari sumur-sumur dapat di-lifting secara optimal. Tujuannya adalah agar target produksi dapat terpenuhi secara maksimal. Ini juga menjaga level kondensat di tangki nominasi tetap stabil.
Kerja sama erat antara BPMA dan KKKS menjadi fondasi utama keberhasilan ini. Koordinasi yang baik memastikan setiap tahapan operasi berjalan lancar dan efisien. Fokus pada target dan pengelolaan yang efektif adalah kunci dalam mencapai realisasi lifting kondensat yang memuaskan.
Sumber: AntaraNews