BEI Rombak Daftar Saham Masuk dan Keluar IDX30, IDX80 Hingga LQ45
Meski terjadi perubahan, struktur IDX30 masih didominasi oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, seperti Bank Central Asia Tbk.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan penyesuaian komposisi indeks saham unggulan. Perubahan ini akan mulai berlaku pada periode 4 Mei hingga 31 Juli 2026, mencakup indeks LQ45, IDX30, dan IDX80.
Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Sabtu (25/4), dalam pembaruan kali ini, sejumlah saham baru masuk menggantikan emiten yang sebelumnya menghuni indeks, mencerminkan dinamika likuiditas dan aktivitas perdagangan di pasar saham domestik.
Untuk indeks IDX30, perubahan yang terjadi terbilang terbatas. Hanya ada satu pergantian anggota dalam evaluasi terbaru ini. Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) resmi masuk ke dalam IDX30, menggantikan posisi PT Indosat Tbk. (ISAT) yang harus keluar dari daftar.
Meski terjadi perubahan, struktur IDX30 masih didominasi oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, seperti Bank Central Asia Tbk. dan Bank Rakyat Indonesia Tbk yang tetap menjadi penopang utama indeks.
LQ45 Alami Pergantian Lebih Signifikan
Berbeda dengan IDX30, indeks LQ45 mengalami perombakan yang lebih terasa. Sejumlah saham baru berhasil masuk, termasuk PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu.
Selain CUAN, saham lain yang turut masuk adalah PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), PT Surya Essa Perkasa Tbk. (ESSA), PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), serta PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI).
Di sisi lain, beberapa saham harus keluar dari LQ45, di antaranya PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL).
IDX80 Ikut Mengalami Rotasi Luas
Perubahan juga cukup besar terjadi pada indeks IDX80. Sejumlah saham baru masuk seperti BKSL, CBDK, DEWA, GGRM, dan TPIA.
Sementara itu, beberapa saham yang sebelumnya menjadi bagian IDX80 kini terdepak, termasuk BREN, BTPS, DSSA, MTEL, serta NCKL.
Penyesuaian komposisi ini mencerminkan adanya pergeseran minat investor dan likuiditas pasar ke saham-saham tertentu yang dinilai lebih aktif diperdagangkan dalam periode terakhir.