Begini Pentingnya Akses Jalan untuk Petani, Bisa Berdampak Efisensi Waktu dan Biaya
Program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendampingi petani mencapai 'Panen Makmur'.
PT East West Seed Indonesia (Ewindo) secara resmi membangun akses petani ke lahan pertanian di Desa Suco Lor, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Kehadiran jalan ini semakin memudahkan petani, dan ternyata sangat berdampak ke produktivitas petani dan memberikan efisiensi waktu dan biaya.
Senior GM HR & Corporate Secretary Ewindo, Faisal Reza menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendampingi petani mencapai 'Panen Makmur', sebuah visi di mana produktivitas, keberlanjutan, dan kesejahteraan petani berjalan beriringan.
"Sebagai sahabat petani yang paling baik, perusahaan tidak hanya hadir sebagai penyedia benih unggul, tetapi juga sebagai mitra yang aktif terlibat dalam pembangunan sistem pertanian hortikultura yang tangguh dan berkelanjutan," ucap Faisal dikutip di Jakarta, Kamis (10/7).
Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani. Tidak hanya membuka akses fisik ke lahan, JUT (Jalan Usaha Tani) juga membantu menekan biaya operasional serta mengurangi beban tenaga kerja petani.
Sebagai gambaran, biasanya untuk panen tomat dari 1.000 tanaman dibutuhkan empat orang tenaga kerja. Sekarang cukup dua orang karena motor sudah bisa masuk ke lahan pertanian. Dengan akses kendaraan yang lebih dekat ke area tanam, petani dapat mengangkut hasil panen sendiri, tanpa harus bergantung penuh pada tenaga angkut.
Efisiensi waktu dan biaya ini sangat dirasakan oleh para petani di Suco Lor. "Petani senang karena motor bisa masuk sampai ke sawah," ujar Hidayat Jati salah satu petani Desa Suco Lor.
Proyek jalan usaha tani ini juga disambut antusias para petani lainnya, Akip Kiptiye. Dia menjelaskan bahwa semangatnya meningkat sejak akses jalan diperbaiki. Menurutnya akses jalan yang enak membuat petani lebih semangat ke sawah. Sementara itu, petani lainnya, Sugianto menyampaikan keberadaan jalan ini membuat potensi penghasilan petani semakin meningkat.
Bantuan Infrastruktur Lainnya
Bantuan infrastruktur kepada petani bukan baru kali ini saja diberikan Ewindo kepada petani. Beberapa tahun silam petani di daerah Lumajang, Jember, Bondowoso dan Banyuwangi telah mendapatkan bantuan shelter dan nethouse untuk meningkatkan hasil panennya.
Shelter dan nethouse ini melindungi sekitar 20 hektare lahan pertanian yang terdiri dari 13 hektar untuk tanaman cabai dan tujuh hektar untuk tomat. Pembangunan shelter dan nethouse ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp14,35 miliar.
Di lokasi dan waktu yang sama, Ewindo juga pernah memberikan bantuan berupa fasilitas pengendalian hama tikus (biological pest control) berupa lima unit bangunan karantina burung hantu, 180 unit rumah burung hantu (rubuha) beserta burung hantunya.
Guna memberikan solusi terhadap kelangkaan air, Ewindo juga telah memberikan bantuan akses air bersih dan fasilitas sanitasi, seperti sumur bor, kamar mandi umum, dan tempat cuci tangan kepada petani di Pandeglang, Banten. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam mengantisipasi kekeringan, meningkatkan potensi wilayah mereka, dan menjaga kebersihan serta kesehatan.
"Melalui langkah-langkah nyata seperti pembangunan JUT ini, kami ingin menunjukkan bahwa kami hadir bukan hanya sebagai penyedia produk, tapi sebagai mitra jangka panjang dan sahabat petani yang terbaik,” ujar Faisal.