Momen Tiga Tentara Israel Dibuat Tak Berkutik di Depan Dua Bocil Palestina, Aksinya Jadi Sorotan
Aksi berani dua orang bocah kecil (bocil) Palestina melawan tiga tentara Israel hingga banjir sorotan.
Di tengah gempuran militer zionis, dua bocah Palestina seakan memberikan bukti bahwa rakyat Palestina tidak akan takut melawan penjajahan.
Dikutip dari akun X @aldamu_jo, Senin (21/7) momen tersebut terjadi saat tiga orang tentara Israel sedang bertugas di kawasan permukiman Palestina.
Tiba-tiba dua orang bocil mengibarkan bendera Palestina di hadapan tiga tentara Israel tersebut.
Terlihat tiga tentara itu hanya melihat heran tingkah berani bocah tersebut dan mendadak beku karena tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Aksi ketiga bocah tersebut lantas menjadi sorotan dan banjir komentar netizen. Meski banyak dukungan, tak sedikit yang menganggap aksi bocah tersebut berbahaya dan tidak selayaknya dibiarkan oleh orang tua mereka.
"Mereka tidak menyadari bahwa setiap kali warga Palestina dibantai, akan ada 10 orang Palestina lainnya yang bangkit dan melawan, dengan kekerasan yang tidak masuk akal," tulis akun @IpadS30909
"Jika Anda membunuh satu anak Palestina, Anda membunuh seluruh dunia," tulis akun @stephenImoses
"Akankah Anda mengirim anak-anak Anda untuk memprovokasi tentara bersenjata yang "genosida"?
Atau mungkinkah orang tua mereka tahu bahwa tidak akan terjadi apa-apa dan anak-anak mereka aman?" tulis akun @Gilad_Shai
"Malu pada orang tua mereka. Mereka rela mengirim anak-anak mereka ke tempat yang berbahaya. Ini adalah pola yang kejam dan menyedihkan, dan mengungkapkan segalanya," tulis akun @cyberdisco721
"Saya tidak bisa membayangkan mengirim anak kecil saya mengibarkan bendera saya di depan anggota ISIS yang bersenjata. Saya akan terkejut, ketakutan, dan tidak akan pernah mempertaruhkan nyawa mereka dengan cara seperti itu. Apa tujuan orang tua Palestina & Hamas melakukan ini, dan apa hasil yang mereka inginkan?" tulis akun @questfortruth10
Israel Habisi Anak-anak Pakai Bom Paku
Korban tewas agresi militer Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 tembus lebih dari 58 ribu menurut laporan dari kementerian kesehatan Gaza pada Minggu (13/7).
Sedangkan jumlah korban luka-luka di hari yang sama mencapai lebih dari 138 ribu orang. Angka tersebut belum dengan korban yang tertimbun reruntuhan bangunan.
Jumlah korban didominasi oleh perempuan, lansia, dan terbanyak adalah anak-anak. Belakangan muncul dugaan Israel sengaja menggunakan bom paku untuk membunuh anak-anak di Gaaza.
Dokter di Gaza mengatakan bahwa selama mendapat perawatan di rumah sakit, tenaga medis menemukan bukti bahwa korban kebanyakan mengalami luka bakar parah akibat pecahan peluru.
Ledakan yang diluncurkan drone tersebut berisi dengan paku dan saat meledak, potongan logam terbang dengan kecepatan tinggi dan menembus tubuh korban.
Jumlah serangan Israel ke warga sipil pun meningkat saat mereka mengantre bantuan kemanusiaan. Mereka secara terbuka menyerang korban di tengah lapangan saat mengantre bahan makanan, air bersih, dan kebutuhan lainnya.