2 ABK Tewas Dibakar di Benoa Bali, Sebelumnya Dikeroyok Gerombolan Bermotor
Salah satu korban diketahui berinisial AH (28), warga Semarang, Jawa Tengah, sementara satu korban lainnya berinisial EGI.
Dua mayat pria ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali, pada Jumat (10/4). Salah satu korban diketahui berinisial AH (28), warga Semarang, Jawa Tengah, sementara satu korban lainnya berinisial EGI.
Keduanya ditemukan tewas dalam kondisi terbakar dan diduga merupakan Anak Buah Kapal (ABK). Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, kedua korban diduga tewas akibat aksi pengeroyokan.
"Saat ini, unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa bersama Sat Reskrim Polresta Denpasar, tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut dan para pelaku masih diburu," kata Iptu Adi Saputra, Jumat (10/3) siang.
Saksi Dengar Keributan dan Lihat Korban Dibakar
Berdasarkan keterangan saksi berinisial YB (56), sekitar pukul 04.30 WITA ia mendengar suara keributan di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, tepat di sekitar tempat tinggalnya. Saat keluar rumah, saksi melihat beberapa orang sedang membakar korban.
Menyaksikan kejadian tersebut, ia segera menghubungi Kelian Adat Banjar Pesanggaran. Selanjutnya, pihak kelian adat mengirim dua orang pecalang ke lokasi kejadian.
Korban Sempat Dikeroyok Sekelompok Orang
Keterangan lain disampaikan saksi BL (25), yang merupakan calon ABK sekaligus rekan kedua korban. Ia mengatakan, sekitar pukul 02.30 WITA dirinya bersama dua korban sedang minum-minum di kawasan Benoa. Setelah itu, korban EGI mengajak membeli minuman lagi menggunakan ojek online.
Namun, setibanya di Traffic Light Pesanggaran, mereka turun karena tidak menemukan warung yang masih buka. Ketiganya kemudian berjalan kaki menuju arah Pelabuhan Benoa. Sesampainya di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, mereka duduk di depan sebuah restoran. Tidak lama kemudian, sekitar enam hingga tujuh orang datang menggunakan sepeda motor dan langsung melakukan pengeroyokan.
"Kemudian saksi lari menyelamatkan diri dan bersembunyi ke belakang restoran dan kemudian pada akhirnya mengetahui kalau kedua teman saksi sudah meninggal dunia," imbuhnya.
Saksi lain, WD (55), yang merupakan pecalang setempat, mengaku menerima telepon dari Kelian Adat sekitar pukul 04.54 WITA terkait adanya keributan. Sekitar pukul 05.00 WITA, ia bersama seorang pecalang lain tiba di lokasi. Di sana, mereka melihat kobaran api di area rawa depan restoran.
Temannya kemudian melihat ada seseorang yang terbakar, sehingga pihak kepolisian langsung dihubungi.
Kondisi Korban dan Barang Bukti
Korban berinisial AH ditemukan mengenakan kaus cokelat dan celana jeans pendek warna biru. Pada tubuh korban ditemukan luka bakar di kedua tangan dan punggung, serta sejumlah luka terbuka di bagian kepala.
Sementara korban EGI ditemukan tanpa mengenakan baju, memakai celana jeans panjang dan kaus kaki hitam. Korban juga mengalami luka robek di bagian pinggang kanan dan luka terbuka di area pelipis.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, antara lain topi, sepatu, sandal, dompet berisi KTP dan pas foto korban, uang kertas Malaysia, charger ponsel, jam tangan, botol parfum, botol bekas bahan bakar yang meleleh, potongan kayu balok, anting, serta dua unit telepon genggam.
"Kemudian petugas jaga Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa mendatangi TKP. Selanjutnya melakukan tindakan kepolisian dan melaporkan kepada Kapolsek Kawasan Pelabuhan Benoa," ujarnya.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan intensif dan memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan hingga menyebabkan dua korban tewas.