LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Menkominfo: Kita mau bahas SOP dengan Telegram

Menkominfo: Kita mau bahas SOP dengan Telegram. Kedatangan CEO Telegram untuk membahas kelanjutan dari pembicaraan mereka tentang langkah-langkah Telegram menghapus konten-konten yang bernuansakan negatif.

2017-08-01 16:13:00
Media Sosial
Advertisement

Pendiri sekaligus CEO Telegram Pavel Durov datang ke Indonesia untuk menemui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Kedatangannya itu untuk membahas kelanjutan dari pembicaraan mereka tentang langkah-langkah Telegram menghapus konten-konten yang bernuansakan negatif.

Menurutnya, agenda Durov sambangi Indonesia akan membahas mengenai Standard Operating Prosedur (SOP) tentang konten negatif.

"Jadi nanti dengan adanya SOP dibuat, tata cara dibuat, namanya siapa kontak personnya, nomor teleponnya berapa, organisasinya di mana, dan service levelnya itu berapa lama kalau menanganinya laporan konten negatif, terutama soal terorisme, itu bakal berapa lama ditake down. Nah, hal itu lagi kita bicarakan," ungkap Rudiantara di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Selasa (1/8).

Advertisement

Bisa jadi bila pembahasan soal SOP selesai secara teknis, pemblokiran Telegram akan dicabut. Pernyataan itu juga diutarakan oleh Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel A. Pangerapan.

"Kita harapkan di minggu ini Telegram bisa dibuka," jelasnya.

Terlepas itu, Menkominfo sendiri mengapresiasi niat baik Telegram membahas persoalan tersebut dengan datang ke Indonesia.

Advertisement

"Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Pavel Durov. Karena begitu satu hari waktu diblog, beliau komplain. Tapi setelah menyadari, bahwa ada masalah di internal telegram, besoknya dia menyatakan kalau ada masalah komunikasi di internal mereka dan minta maaf. Jadi setelah itu, kita katakan kita akan sama-sama datang ke Indonesia. Nah, ini janji pavel dipenuhi," kata dia.

Baca juga:
CEO Telegram temui Menkominfo
Menkominfo makan siang bersama CEO Telegram, unggah foto di Twitter
Telegram serius pindahkan server ke Iran
Polri belum dapat info ada rencana pembunuhan Ahok di Telegram
Djarot ngaku pernah dapat info rencana pembunuhan Ahok di Telegram
Kemkominfo ungkap pernah ada rencana pembunuhan Ahok dalam Telegram
Mengapa memblokir Telegram tak akan berhentikan teroris dan radikal?

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.