Menkominfo makan siang bersama CEO Telegram, unggah foto di Twitter
Merdeka.com - Beberapa waktu yang lalu Pemerintah melalui Menkominfo Rudiantara, memblokir Telegram karena diduga bermuatan radikal dan teroris.
Secara lengkap, dalih pemerintah atas pemblokiran ini adalah telegram dimanfaatkan sekelompok orang untuk menyebarkan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Menkominfo sendiri memiliki banyak syarat yang ditujukan untuk Telegram agar aplikasi ini bisa digunakan lagi di Indonesia. Seperti dibuatnya goverment channel dan juga membuka kantor perwakilan di Indonesia.
Nah, sepertinya negosiasi antara pihak Telegram dan juga Pemerintah Indonesia berbuah hasil.
Karena dikutip dari akun Twitter Menkominfo, @rudiantara_id, sang menteri saat ini sedang makan siang dengan CEO Telegram, Pavel Durov.
"Makan siang dengan Pavel @durov CEO Telegram.
Nasi hijau, bakwan jagung, gurame goreng, sayur genjer, udang sambal," tulis Chief RA di tweet terbarunya tersebut.

Cuitan ini disertai foto mereka berdua berada di meja makan disertai hidangan khas Indonesia.
Pihak Kominfo belum memberi update soal apa yang sedang dibicarakan kedua belah pihak. Berbagai hasil dari pembicaraan ini akan kami update lebih lanjut.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya