Wali Kota Ngatiyana Tegaskan Pentingnya Integritas ASN Cimahi Pasca Kasus Korupsi
Wali Kota Cimahi Ngatiyana meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Cimahi menjaga integritas dan bekerja sesuai aturan menyusul dugaan korupsi di Dinas Tenaga Kerja, menegaskan pentingnya Integritas ASN Cimahi.
Cimahi, 26 April – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyerukan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya untuk senantiasa menjaga integritas serta menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku. Seruan ini disampaikan menyusul adanya penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang tengah bergulir di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi.
Ngatiyana menegaskan bahwa kasus yang kini ditangani oleh Kejaksaan Negeri Cimahi ini harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar insiden serupa tidak terulang di kemudian hari. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan dedikasi dalam melayani masyarakat.
Pemerintah Kota Cimahi menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Wali Kota berharap proses penyidikan dapat berjalan transparan demi tegaknya keadilan.
Pentingnya Integritas ASN di Cimahi
Wali Kota Ngatiyana secara tegas mengingatkan bahwa praktik korupsi sudah tidak relevan di era sekarang. Ia meminta setiap ASN untuk fokus pada integritas dan bekerja sebaik mungkin demi kemajuan masyarakat Cimahi.
Kasus dugaan korupsi program pelatihan dan produktivitas tenaga kerja tahun anggaran 2022-2024 ini menjadi sorotan utama. Meskipun demikian, Ngatiyana mengaku belum mengetahui secara pasti siapa saja ASN yang terlibat dalam perkara tersebut.
Pihaknya memilih untuk menunggu hasil penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Cimahi hingga ada penetapan hukum lebih lanjut. Sikap ini menunjukkan penghormatan terhadap proses hukum yang berlaku dan menghindari spekulasi yang tidak berdasar.
Dukungan Pemkot Cimahi Terhadap Proses Hukum
Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen untuk mendukung penuh upaya Kejaksaan Negeri Cimahi dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi ini. Dukungan ini mencakup penyediaan data dan informasi yang diperlukan selama proses penyidikan.
Ngatiyana berharap agar seluruh proses hukum dapat berjalan secara transparan dan akuntabel. Transparansi ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan penegak hukum.
Kasus ini mencuat setelah tim penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Cimahi melakukan penggeledahan di kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi. Dari penggeledahan tersebut, dua koper berisi dokumen berhasil diamankan sebagai barang bukti.
Evaluasi Tata Kelola Pemerintahan
Kejadian ini menjadi momentum penting bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Tujuannya adalah memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Cimahi, Fajrian Yustiardi, menjelaskan bahwa dugaan korupsi yang diselidiki berkaitan dengan gratifikasi dalam program pelatihan tenaga kerja. Program ini berlangsung dari tahun 2022 hingga 2024.
Saat ini, penyidik masih menelaah dokumen-dokumen hasil penggeledahan. Penelaahan ini krusial sebelum menentukan pihak-pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum terkait dugaan Integritas ASN Cimahi yang tercoreng. Proses ini diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya dan membawa pelaku ke meja hijau.
Sumber: AntaraNews