Trivia: 873 CPNS Ikuti Latsar, Wagub Papua Tengah Tekankan Pentingnya Membangun Karakter ASN Berintegritas
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan pentingnya membangun Karakter ASN Berintegritas melalui pelatihan dasar bagi 873 CPNS. Apa saja fokus pembinaan mereka dan bagaimana tahapan pelatihannya?
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, baru-baru ini menyoroti krusialnya pembentukan Karakter ASN Berintegritas serta profesionalisme dalam melayani masyarakat. Penekanan ini disampaikan dalam konteks pelatihan dasar (Latsar) bagi ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di wilayah tersebut. Pelatihan ini diharapkan menjadi wadah transformatif bagi para abdi negara masa depan.
Kegiatan pelatihan dasar yang diikuti oleh 873 CPNS Papua Tengah ini berlangsung di Nabire dan dijadwalkan selama 51 hari. Inisiatif ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan bahwa setiap CPNS memiliki fondasi integritas yang kuat sejak dini. Tujuannya adalah menciptakan birokrasi yang bersih dan melayani.
Deinas Geley berharap, melalui latsar ini, para CPNS dapat mengubah pola pikir, membangun loyalitas, dan menumbuhkan semangat nasionalisme. Pembinaan ini esensial untuk melahirkan ASN yang jujur dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya. Mereka akan menjadi tulang punggung pelayanan publik di Papua Tengah.
Membangun Karakter ASN Berintegritas Melalui Latsar
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, secara tegas menyatakan bahwa pelatihan dasar merupakan kesempatan emas bagi CPNS untuk menginternalisasi nilai-nilai integritas. "Untuk itu melalui pelatihan dasar (Latsar) dapat menjadi kesempatan bagi CPNS untuk merubah pola pikir, membangun integritas, loyalitas dan jujur serta memiliki semangat nasionalisme untuk melayani masyarakat Papua Tengah," katanya dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jayapura, Senin.
Deinas menambahkan bahwa para peserta latsar adalah individu-individu terpilih yang telah melewati seleksi ketat. Oleh karena itu, mereka diharapkan mampu mengikuti setiap aturan, menjaga semangat, dan memelihara kesehatan selama periode pelatihan. Komitmen ini penting untuk mencapai hasil maksimal dari pembinaan yang diberikan.
Lebih lanjut, Wagub Deinas Geley juga menyampaikan harapannya agar para CPNS kelak dapat menjadi Aparatur Sipil Negara yang inovatif dan kreatif. "Kami juga berharap supaya ke depan mereka dapat menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang inovatif dan kreatif dalam bekerja," ujarnya. Visi ini sejalan dengan kebutuhan pemerintah daerah untuk memiliki birokrat yang adaptif dan mampu memberikan solusi efektif bagi tantangan pembangunan.
Detail Pelaksanaan Pelatihan Dasar CPNS Papua Tengah
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Tengah, Denci Nawipa, memberikan rincian lebih lanjut mengenai komposisi peserta pelatihan. Sebanyak 873 peserta latsar ini terdiri dari 566 orang golongan III yang terbagi dalam 15 angkatan, serta 307 orang golongan II yang terbagi dalam delapan angkatan. Pembagian angkatan ini bertujuan untuk efektivitas proses pembelajaran.
Denci Nawipa menjelaskan bahwa pelatihan akan berlangsung selama 51 hari dengan tiga tahapan utama. Tahapan pertama adalah pembelajaran tatap muka selama 18 hari, memberikan fondasi teoritis yang kuat. Tahapan kedua adalah aktualisasi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing selama 30 hari, memungkinkan peserta menerapkan ilmu secara langsung. Terakhir, tahapan ketiga adalah ujian dan evaluasi selama tiga hari untuk mengukur pemahaman dan kompetensi.
Guna memastikan keberhasilan dan kedisiplinan peserta, BKPSDM Papua Tengah menggandeng institusi keamanan. "Untuk menyukseskan kegiatan ini, kami menggandeng Polda Papua Tengah dan Satuan Polisi Pamong Praja guna membina mental dan disiplin peserta," ujar Denci Nawipa. Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mencetak Karakter ASN Berintegritas yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki mental dan disiplin tinggi.
Sumber: AntaraNews