Ketua Bawaslu Kritik Tak Ada Batasan Doorprize Kampanye Pemilu, Singgung Parpol Beri Hadiah Umrah
Akibat tak ada pembatasan, ada doorprize berupa tiket umrah gratis.
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengkritik soal tak ada batasan besaran angka doorprize di masa kampanye saat Pemilu 2024. Akibat tak ada pembatasan, ada doorprize berupa tiket umrah gratis.
“Jadi Bapak Ibu, sekarang doorprize itu bahkan bisa umrah. Doorprize, pembagian misalnya mobil bak terbuka, salah satu parpol. Kita tidak usah sebutkan. Dulu tidak ada. Dulu pembatasan Rp1 juta," kata Bagja dalam diskusi Proklamasi Democracy Forum oleh Partai Demokrat, Jakarta, Senin (19/5).
Dia menyebut, aturan doorprize pada Pemilu 2024 berbeda dengan sebelumnya. Pada pemilu sebelumnya, nilai doorprize dibatasi paling banyak Rp1 juta.
“Kami agak keras di situ, Rp1 juta, walaupun bisa banyak hadiah tapi tetap Rp1 juta maksimalnya. Jadi tidak awur-awuran,” ujar dia.
Aparat Desa Tak Netral
Bagja mengaku sempat menelepon Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin soal aturan doorprize. Dia mengatakan, Afif yang merupakan eks anggota Bawaslu seharusnya paham susahnya melacak politik uang, khususnya yang berkedok doorprize.
“Kemarin tidak ada pembatasan, kata KPU loh kalau kaya gini saya protes saya sempat telepon Afif, Afif bilang 'Ya di pleno putusannya seperti itu',” ungkapnya.
Bagja juga menyoroti netralitas aparatur pemerintahan desa di ajang pemilu. Dia menyarankan ke depan agar asosiasi pemerintah desa untuk netral dan tak menyatakan dukungan ke salah satu paslon.
“Padahal desa harus netral walaupun ini juga masalah di UU kita, kades tidak boleh jadi pengurus. Tapi boleh jadi anggota partai, silakan dirumuskan sekarang apakah tidak boleh sama sekali atau bagaimana,” imbuh dia.