Gagal 11 Kali Pemilu, DPW PPP Jabar Desak Evaluasi Kaderisasi PPP Menyeluruh dan Usung Agus Suparmanto
DPW PPP Jawa Barat mendesak evaluasi kaderisasi PPP secara menyeluruh setelah kegagalan berulang, bahkan merekomendasikan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum baru. Mengapa pihak eksternal menjadi pilihan?
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat baru-baru ini mengeluarkan rekomendasi penting. Mereka mendesak evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai, khususnya terkait pola kaderisasi yang telah berjalan selama ini.
Plt Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saepul Hidayat, mengonfirmasi bahwa evaluasi pola kaderisasi dari DPP menjadi sorotan utama. Kelemahan dalam kaderisasi ini dirasakan sangat kurang oleh jajaran partai di daerah dan berdampak signifikan pada hasil pemilihan umum.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam di kalangan internal partai, mengingat PPP telah gagal mencapai ambang batas parlemen (Presidential Threshold) dan tidak lolos ke Senayan dalam pemilu terakhir. Padahal, partai ini telah mengikuti pemilu sebanyak 11 kali.
Kritik Tajam Terhadap Pola Kaderisasi DPP PPP
Pepep Saepul Hidayat mengungkapkan bahwa pola kaderisasi yang dijalankan DPP PPP selama ini menjadi titik lemah utama. Menurutnya, meskipun mayoritas kader telah berupaya maksimal dan all-out menjelang pemilu, kurangnya kepemimpinan yang kuat akibat kaderisasi yang tidak terbentuk menyebabkan kegagalan berulang.
Ia menyoroti bahwa PPP, yang secara tegas mengklaim diri sebagai partai kader, justru tidak menunjukkan komitmen dalam praktik. "Nyatanya dari tahun 2020 sampai tahun 2025 hari ini, DPP PPP tidak pernah melakukan ruang-ruang kaderisasi yang terlembaga," ujar Pepep.
Ketiadaan program kaderisasi yang terstruktur dan berkelanjutan ini dianggap sebagai penyebab utama mengapa PPP gagal mencapai target politiknya. Evaluasi kaderisasi PPP secara total, termasuk orang-orang yang terlibat di dalamnya, menjadi suatu keharusan.
Terobosan Mengusung Tokoh Eksternal: Agus Suparmanto
Menyikapi kelemahan dalam pola kaderisasi dan meninjau perjalanan partai selama ini, DPW PPP Jawa Barat mengambil langkah berani. Mereka memutuskan untuk mengusung nama mantan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, sebagai calon Ketua Umum DPP PPP.
Pepep menjelaskan bahwa keputusan untuk menunjuk pihak eksternal seperti Agus Suparmanto bukanlah tanpa pertimbangan matang. "Kita tidak serta-merta menunjuk pihak eksternal dan pak Agus sebagai calon Ketua Umum DPP PPP. Tapi kita bedah dulu, ini persoalannya seperti apa dan perjalanannya bagaimana," katanya.
Pemilihan Agus Suparmanto sebagai calon ketua umum merupakan hasil kesepakatan setelah membuka ruang rekrutmen dari eksternal, sesuai dengan keputusan alim ulama. Langkah ini diharapkan dapat membawa perspektif baru dan semangat perubahan bagi partai.
Harapan Baru Menjelang Muktamar X PPP
Rekomendasi evaluasi menyeluruh, termasuk usulan nama Agus Suparmanto, tercetus dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PPP Jawa Barat. Keputusan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat baru bagi PPP untuk bangkit dari keterpurukan.
"Mudah-mudahan ini menumbuhkan optimisme dan keyakinan PPP agar bisa kembali berkiprah di Senayan," tutur Pepep. Optimisme ini sangat dibutuhkan mengingat tantangan politik yang semakin kompleks.
Muktamar X dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP sendiri dijadwalkan akan digelar pada 27-29 September 2025 di Jakarta. Momen ini akan menjadi ajang penting untuk menentukan arah dan kepemimpinan partai ke depan, dengan harapan besar terhadap hasil evaluasi kaderisasi PPP yang komprehensif.
Sumber: AntaraNews