Wow, Pendapatan Tahura Sultan Adam Kalsel Tembus Rp8 Miliar Berkat Sistem Digital!
Pendapatan Tahura Sultan Adam Kalsel capai Rp8 miliar lebih hingga Agustus 2025. Penasaran bagaimana sistem pembayaran digital meningkatkan transparansi dan efisiensi?
Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dalam hal pendapatan. Hingga awal Agustus tahun anggaran 2025, Tahura Sultan Adam telah meraup pendapatan lebih dari Rp8 miliar.
Capaian signifikan ini tidak lepas dari upaya optimalisasi layanan, termasuk penerapan sistem pembayaran digital sepenuhnya. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan di destinasi wisata alam tersebut.
Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, mengungkapkan bahwa sistem digital ini merupakan hasil kolaborasi dengan Bank Kalsel dan Dinas Kominfo. Inisiatif ini diharapkan dapat meminimalisasi potensi penyelewengan dana serta memperkuat akuntabilitas.
Optimalisasi Pendapatan Melalui Digitalisasi
Penerapan sistem pembayaran digital bagi para pengunjung Tahura Sultan Adam dimulai sejak Agustus 2025. Sistem ini menandai komitmen serius dalam menggenjot pendapatan sektor wisata kawasan hutan, sekaligus memastikan setiap transaksi berjalan secara transparan dan akuntabel.
Fathimatuzzahra menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran di Tahura Sultan Adam atas inovasi dan kerja keras mereka. "Untuk mengoptimalkan pendapatan ini, kami menerapkan sistem pembayar digital bagi para pengunjung per Agustus," ujarnya, menekankan pentingnya adaptasi teknologi.
Kolaborasi erat dengan Bank Kalsel, Dinas Kominfo, dan instansi terkait lainnya menjadi kunci sukses dalam implementasi sistem ini. Seluruh transaksi di kawasan wisata Tahura kini 100 persen menggunakan sistem digital, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dari potensi penyimpangan keuangan.
Sistem pembayaran digital ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan Tahura Sultan Adam, tetapi juga secara signifikan meminimalkan potensi penyelewengan keuangan. Dengan demikian, transparansi pengelolaan dana publik dapat ditingkatkan secara drastis, memberikan kepercayaan lebih kepada masyarakat dan pengunjung.
Komitmen Terhadap Lingkungan dan Keberlanjutan
Selain fokus pada peningkatan pendapatan Tahura Sultan Adam, Dinas Kehutanan Kalsel juga terus menekankan pentingnya tata kelola kehutanan yang optimal. Fathimatuzzahra mengingatkan jajaran Dishut Kalsel tentang berbagai capaian penting yang harus terus ditingkatkan, terutama terkait transparansi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian utama yang tidak kalah penting. Pencegahan karhutla dan upaya penambahan tutupan lahan kritis adalah prioritas untuk pelestarian hutan berkelanjutan. Dinas Kehutanan secara aktif menyerukan aksi bersama untuk menjaga kelestarian alam.
Provinsi Kalsel sendiri telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam pelestarian lingkungan. Berdasarkan informasi dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kalimantan Selatan termasuk dalam lima provinsi terbesar yang berhasil mempertahankan penurunan emisi gas rumah kaca sektor hutan dan lingkungan selama lima tahun berturut-turut.
"Kami terus berkomitmen dalam tata kelola kehutanan yang transparan, berkelanjutan, dan ramah lingkungan demi kelestarian hutan serta kesejahteraan masyarakat," tegas Fathimatuzzahra. Pernyataan ini menegaskan visi jangka panjang untuk menjaga aset alam Kalimantan Selatan.
Sumber: AntaraNews