Wamendagri Bima Arya Puji Kualitas Museum SBY-Ani Pacitan Berkelas Dunia
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengagumi Museum SBY-Ani Pacitan, menyebutnya berkelas dunia setelah kunjungan kerja di Pacitan.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto baru-baru ini memberikan pujian tinggi terhadap Museum dan Galeri Seni SBY-Ani di Pacitan, Jawa Timur. Ia menyebut museum tersebut memiliki standar dan kualitas yang setara dengan museum internasional. Kunjungan ini dilakukan dalam rangkaian agenda kerja Bima Arya di wilayah tersebut.
Bima Arya mengungkapkan kekagumannya setelah menghabiskan hampir dua jam berkeliling museum yang didirikan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, konsep dan tata pameran di Museum SBY-Ani Pacitan sangat layak disejajarkan dengan institusi seni dan budaya kelas dunia. Hal ini menjadi sorotan utama dalam kunjungannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Bima Arya saat berada di Pacitan pada hari Sabtu, 2 Mei. Kehadiran Wamendagri ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata dan kebudayaan di Pacitan, khususnya Museum SBY-Ani yang kini semakin dikenal luas.
Pengakuan Internasional untuk Museum SBY-Ani Pacitan
Bima Arya Sugiarto, dalam kunjungannya, secara eksplisit menyatakan bahwa Museum SBY-Ani Pacitan adalah "museum kelas dunia". Pernyataan ini bukan sekadar pujian biasa, melainkan pengakuan terhadap standar tinggi yang diterapkan dalam pengelolaan museum. Ia bahkan merasa waktu dua jam berkeliling masih kurang untuk menikmati seluruh koleksi.
Kualitas museum ini, menurut Bima Arya, mencerminkan visi Susilo Bambang Yudhoyono dalam membangun sebuah pusat kebudayaan yang inspiratif. Koleksi dan penataan galeri seni di dalamnya mampu menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan. Ini menunjukkan potensi besar Museum SBY-Ani sebagai destinasi edukasi dan wisata.
Pengakuan dari seorang pejabat negara seperti Wamendagri tentu menambah nilai prestise bagi Museum SBY-Ani. Hal ini juga berpotensi meningkatkan minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk berkunjung dan menyaksikan langsung keunikan museum di Pacitan ini.
Kunjungan Kerja Wamendagri di Pacitan
Selama kunjungannya di Pacitan, Bima Arya tidak hanya fokus pada Museum SBY-Ani, tetapi juga menjalani serangkaian agenda kerja lainnya. Ia didampingi oleh istri, serta disambut hangat oleh Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho juga turut hadir menyambut.
Kunjungan kerja dua hari yang berlangsung sejak Jumat (1/5) hingga Sabtu (2/5) ini menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap perkembangan daerah. Interaksi dengan pejabat daerah menjadi bagian penting dalam agenda Wamendagri. Ini juga menjadi kesempatan untuk meninjau langsung potensi dan tantangan di Pacitan.
Kehadiran Bima Arya di Pacitan juga menjadi momen penting bagi pemerintah daerah untuk mempromosikan aset-aset wisata unggulan mereka. Sambutan hangat dari jajaran pemerintah setempat mencerminkan sinergi antara pusat dan daerah dalam pengembangan potensi lokal.
Potensi Wisata Unggulan Kabupaten Pacitan
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, turut menyampaikan bahwa daerahnya memiliki beragam potensi wisata yang sangat menarik. Selain Museum SBY-Ani Pacitan, Pacitan dikenal dengan keindahan pantainya yang beragam. Ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman liburan di pesisir.
Pacitan juga memiliki julukan "70 Mile Sea Paradise," sebuah frasa yang diperkenalkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono sebagai putra daerah. Julukan ini menggambarkan kekayaan alam bahari yang dimiliki Pacitan. Keindahan pantai yang membentang luas menjadi aset berharga bagi pariwisata lokal.
Selain pantai, Pacitan juga menawarkan destinasi wisata gua yang diakui sebagai salah satu yang terindah di Asia Tenggara, seperti Gua Gong. Keberadaan wisata air panas juga menambah daftar daya tarik unik daerah ini. Potensi-potensi ini menunjukkan bahwa Pacitan adalah destinasi wisata yang komprehensif.
Sumber: AntaraNews