Wabup Sleman: Pendidikan Budi Pekerti Kunci Bangun Karakter Anak di Era Digital
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menekankan pentingnya pendidikan budi pekerti dalam membentuk karakter anak agar mampu mengambil keputusan tepat di tengah gempuran era digital, demi masa depan bangsa.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan urgensi pendidikan budi pekerti sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter anak. Penekanan ini disampaikan untuk membekali anak-anak agar berani mengambil keputusan yang baik dan tepat demi masa depan mereka. Di tengah arus deras era digital, pendidikan karakter dinilai semakin krusial untuk menjaga arah tumbuh kembang generasi muda.
Pernyataan tersebut disampaikan Danang Maharsa saat membuka rangkaian kegiatan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Halaman Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman ini menjadi momentum penting. Kegiatan ini bertajuk "Kumpul Bocah SRIKANDI #2 (Sesarengan Kekancan lan Dadi Siji Forum Anak se-Kabupaten Sleman)" dan dihadiri oleh puluhan anak serta peserta lainnya.
Danang Maharsa menyoroti fenomena saat ini di mana aktivitas anak-anak di luar rumah cenderung berkurang drastis karena fokus pada gawai. Oleh karena itu, pendidikan budi pekerti dan pembentukan karakter menjadi sangat penting. Anak-anak dituntut untuk berani melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinannya, menjadikannya bekal berharga di masa depan.
Tantangan Era Digital dan Peran Pendidikan Budi Pekerti
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kecenderungan anak-anak masa kini yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai. Kondisi ini menyebabkan aktivitas fisik dan interaksi sosial di luar rumah kian berkurang. Padahal, masa depan bangsa 10 hingga 15 tahun ke depan berada di tangan generasi muda saat ini, sehingga pembentukan karakter yang kuat menjadi sangat vital.
Dalam pidatonya, Danang Maharsa menekankan bahwa keberhasilan dan kesuksesan anak-anak sangat bergantung pada usaha dan kerja keras mereka sendiri. Orang tua dan pemerintah memiliki peran sebagai pendamping dan pemberi arahan, namun keputusan akhir ada di tangan anak. Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta, "Mau tidak kalian menjadi orang sukses? Mau tidak menjadi orang yang berhasil sesuai dengan cita-citanya? Itu tergantung kamu sendiri. Kalau kamu malas-malas dan tidak mau berusaha, tentu tidak akan berhasil. Semangat ya!" ujarnya.
Pendidikan budi pekerti, menurutnya, adalah kunci agar anak-anak memiliki keberanian dan keyakinan dalam mengambil keputusan yang tepat. Hal ini menjadi benteng moral di tengah berbagai pengaruh negatif yang mungkin muncul dari lingkungan digital. Dengan karakter yang kuat, anak-anak diharapkan mampu menyaring informasi dan bertindak sesuai nilai-nilai luhur.
Kolaborasi dan Tujuan Peringatan Hari Anak Nasional ke-42
Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 di Kabupaten Sleman tahun ini merupakan hasil inisiasi dan kolaborasi erat. Kegiatan ini digarap bersama antar-klaster Forum Anak Kabupaten Sleman, dengan fasilitasi penuh dari Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman.
Kepala Dinas P3AP2KB, Novita Krisnaeni, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 75 anak. Peserta terdiri dari 50 anak perwakilan Forum Anak Kapanewon (kecamatan) dan 25 anak dari Forum Anak Kabupaten Sleman. Partisipasi aktif dari berbagai perwakilan ini menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan hak-hak anak.
Tujuan utama penyelenggaraan acara ini adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memupuk solidaritas serta menumbuhkan partisipasi anak dalam pembangunan sebagai Pelopor dan Pelapor (2P).
Melestarikan Budaya dan Membentuk Karakter Anak
Guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan, anak-anak diajak untuk bermain bersama melalui berbagai permainan tradisional. Aktivitas seperti melukis caping dan lomba permainan tradisional lainnya menjadi daya tarik utama acara ini. Metode permainan berkelompok ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif.
Melalui permainan tradisional tersebut, anak-anak diharapkan dapat melatih kerja sama dan kebersamaan, yang merupakan nilai-nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal yang kaya. Novita Krisnaeni menegaskan bahwa metode ini sangat efektif dalam membentuk karakter anak secara holistik.
Rangkaian HAN Ke-42 Tingkat Kabupaten Sleman akan berlanjut dengan berbagai aksi tematik di sejumlah lokasi. Klaster 1, AKSI CERIA (Aksi Cerdas Identitas Anak), akan dilaksanakan pada 15 Juni 2026 di SMP Negeri 2 Pakem Sleman. Klaster 2, PARENTAL (Peduli Anak, Rencana Edukasi, Nurturing, Tanggung Jawab, dan Aksi), dijadwalkan pada 27 Juni 2026 di Pendopo DPRD Kabupaten Sleman. Sementara itu, klaster 3, AKSARA (Aksi Sadar Bahaya NAPZA), akan dilaksanakan pada 20 Juni 2026 di Aula Kapanewon Moyudan.
Sumber: AntaraNews