Unisba dan Unpas Dihujani Gas Air Mata, Ini Penjelasan Pihak Kampus
Terkait kejadian ini, Kanit Keamanan Kampus Unpas Tamansari Bandung, Rosid, mengatakan peristiwanya terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.
Dua kampus di kawasan Jalan Tamansari, yakni Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas), dikabarkan terkena lontaran gas air mata dari aparat keamanan pada Senin (1/9) malam. Kedua kampus tersebut sebelumnya menjadi titik evakuasi bagi massa aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat sejak Jumat (29/8).
Terkait kejadian ini, Kanit Keamanan Kampus Unpas Tamansari Bandung, Rosid, mengatakan peristiwanya terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, datang petugas keamanan yang berpatroli dara arah Wastukencana. Pihak kampus pun membuka gerbang untuk evakuasi.
Ia bilang di antara yang masuk ialah mahasiswa dan sekelompok orang yang dipukul mundur dari arah Gasibu, Dago, Sulanjana. Menurutnya, sempat ada juga blokade yang dilakukan oleh mahasiswa dan sekelompok orang dengan bakaran kayu dan sebagainya.
"Semua itu bukan mahasiswa Unpas aja yang kumpul disini,” ujar dia dijumpai di Unpas Tamansari, Selasa (2/9).
Soal lontaran gas air mata dari aparat, ia menyebut ada puluhan yang dilontarkan ke arah kampus. Saat dijumpai petugas juga menunjukkan sejumlah proyektil yang ditemukan di area kampus.
"Ada 48 tembakan," ucapnya.
Akibatnya, ada sekitar 12 orang yang terpapar asap hingga pingsan di kampus tersebut.
Menurut Rosid, tidak ada provokasi dari mahasiswa. Hanya teriakkan kepada aparat.
“Paling teriakkan saja,” ujarnya.
Sementara itu, penjual kopi di sekitar kampus, Mumu, mengatakan tidak ada lemparan molotov.
“Kalau batu dan teriakan-teriakan memang ada,” ujar dia.
Terpisah Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan jajaran TNI Polri melakukan patroli skala besar di Jalan Tamansari pada Senin malam. Saat patroli dilakukan didapati adanya tumpukan batu, kayu, serta bakar-bakaran ban di jalan.
“Pada saat yang sama, muncul sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga merupakan kelompok anarko. Mereka inilah awalnya yang menutup jalan dan membuat blokade di Tamansari sambil anarkis,” katanya.
“Mereka secara khusus merancang skenario provokatif dengan tujuan memancing petugas agar mundur ke arah kampus Unisba, sehingga seolah-olah aparat menyerang kampus,” imbuh dia.
Hendra mengatakan tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar kawasan Jalan Tamansari. Dia bilang, ada lemparan molotov kepada petugas yang berpatroli.
“Tim kemudian menembakkan gas air mata ke jalan raya, namun tertiup angin hingga ke arah parkiran Unisba. Inilah yang kemudian dijadikan bahan provokasi oleh kelompok anarko, untuk membenturkan mahasiswa dengan petugas,” ucap dia.
Hendra membantah soal adanya narasi tim patroli masuk kampus. Tidak ada juga, kata dia petugas yang membawa senjata dengan peluru karet.
“Mereka membuat framing di media sosial melalui akun-akun mereka bahwa petugas masuk ke kampus, membawa senjata peluru karet, dan menembakkan gas air mata. Semua itu adalah hoaks. Faktanya, di lapangan tidak ada satu pun petugas yang masuk ke area kampus, dan tidak ada petugas yang membawa senjata,” katanya.
“Setelah kondisi Jalan Tamansari bisa kami kuasai, situasi kembali aman dan kelompok berpakaian hitam tersebut melarikan diri,” katanya.