Trivia Lingkungan: Pemkab Sigi Dorong Kades Alokasikan ADD untuk Kebersihan, Bukan Sekadar Adipura!
Pemerintah Kabupaten Sigi mendorong kepala desa mengalokasikan ADD Sigi untuk program kebersihan lingkungan. Simak mengapa inisiatif ini penting dan target Adipura!
Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, secara aktif mendorong seluruh kepala desa untuk mengalokasikan Anggaran Dana Desa (ADD). Langkah ini diambil guna mendukung program kebersihan lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten Sigi secara lebih merata. Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, secara langsung menekankan pentingnya peran aktif pemerintah desa dalam menjaga kebersihan.
Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat secara berkelanjutan di setiap pelosok desa. Selain itu, upaya kolektif ini menjadi bagian dari persiapan Kabupaten Sigi dalam meraih penghargaan Adipura di masa mendatang. Keterlibatan aktif dan dukungan anggaran dari pemerintah desa diharapkan dapat mempercepat pencapaian target tersebut.
Rizal Intjenae menegaskan bahwa kebersihan bukan hanya sekadar ajang perlombaan atau pencitraan sesaat, tetapi harus menjadi budaya yang tertanam kuat. Seluruh organisasi perangkat daerah termasuk sekolah-sekolah juga diminta konsisten menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing setiap hari. Hal ini demi mewujudkan Sigi yang bersih, nyaman, dan lestari bagi seluruh warganya.
Pemanfaatan ADD untuk Lingkungan Bersih
Bupati Rizal Intjenae menyatakan bahwa pemerintah desa tidak perlu hanya menunggu anggaran dari pemerintah daerah untuk program kebersihan. Kepala desa dapat memanfaatkan dana desa secara mandiri dan proaktif untuk meningkatkan kebersihan di lingkungan masing-masing. Ini merupakan langkah strategis yang diharapkan dapat mempercepat upaya kebersihan di tingkat lokal.
Alokasi dana desa untuk kebersihan diharapkan dapat mencakup berbagai kegiatan yang komprehensif. Mulai dari pengadaan tempat sampah, program daur ulang sampah, hingga edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan demikian, program kebersihan dapat berjalan lebih efektif, menyeluruh, dan berkelanjutan di tingkat desa.
Menurut Rizal, partisipasi aktif dari kecamatan dan desa dalam mengalokasikan anggaran kebersihan akan membuka peluang besar bagi Kabupaten Sigi. Peluang tersebut adalah untuk meraih penghargaan Adipura di masa depan, sebuah simbol kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang baik. Adipura bukan hanya simbol penghargaan, melainkan cerminan perilaku masyarakat yang peduli terhadap lingkungan hidupnya.
Tantangan dan Infrastruktur Pengelolaan Sampah di Sigi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi, Afit Lamakarate, menjelaskan bahwa penilaian Adipura tahun ini akan berfokus pada tiga aspek utama. Aspek tersebut meliputi kebijakan dan anggaran yang mendukung kebersihan, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) serta sarana prasarana, dan efektivitas pengelolaan sampah di lapangan. Afit mengakui bahwa Kabupaten Sigi belum menargetkan Adipura tahun ini karena masih banyak persyaratan yang harus dipenuhi secara bertahap.
Timbulan sampah di Kabupaten Sigi saat ini mencapai angka yang signifikan, yaitu sekitar 135,09 ton setiap harinya. Angka ini menunjukkan skala tantangan besar yang dihadapi dalam upaya pengelolaan sampah secara efektif. Oleh karena itu, dukungan anggaran dari berbagai sumber dan partisipasi semua pihak sangat krusial untuk menanggulangi masalah ini.
Meskipun demikian, infrastruktur pengelolaan sampah di Sigi sudah menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan progresif. Status Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sudah masuk kategori Controlled Landfill, menandakan pengelolaan yang lebih teratur. Selain itu, tersedia lima Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan lima bank sampah unit yang aktif beroperasi.
Layanan pengangkutan sampah di wilayah perkotaan juga sudah di atas 30 persen, didukung oleh ketersediaan SDM yang semakin memadai dan terlatih. Saat ini, terdapat lima titik Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Sigi, yaitu di wilayah Tinggede, Biromaru, Dolo, Kalukubula, dan Baliase. Afit berharap semua pihak, mulai dari desa, sekolah, puskesmas, rumah sakit, hingga perangkat daerah, terlibat aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Sumber: AntaraNews