TNI Soal Komnas HAM Bentuk Tim Pencari Fakta Usai Demo: Kami Terbuka Bekerja Sama
Bila dalam proses investigasi tim independen diperlukan data maupun keterangan dari prajurit TNI, pihaknya siap memberikan dukungan.
Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan bahwa TNI menghormati dan mendukung penuh upaya lembaga independen dalam mengungkap fakta terkait unjuk rasa dan kerusuhan yang terjadi pada Agustus–September 2025.
“Setiap inisiatif untuk mengungkap fakta yang berorientasi pada kebenaran, transparansi, serta kepentingan bangsa tentu kita dukung, sepanjang dilaksanakan sesuai koridor hukum,” ujar Freddy dalam keterangan resminya, Senin (15/9).
TNI Siap Bekerja Sama
Freddy memastikan, bila dalam proses investigasi tim independen diperlukan data maupun keterangan dari prajurit TNI, pihaknya siap memberikan dukungan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
“Prinsipnya, TNI terbuka dan siap bekerja sama dalam rangka mendukung penegakan hukum dan perlindungan HAM di Indonesia,” tegasnya.
Meski demikian, Freddy mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada koordinasi langsung antara lembaga nasional HAM dengan TNI terkait permintaan data atau keterangan anggota.
“Sampai saat ini belum ada koordinasi terkait hal tersebut,” tambahnya.
Tim Independen Pencari Fakta
Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bersama lima lembaga HAM nasional membentuk Tim Independen Pencari Fakta untuk menyelidiki peristiwa unjuk rasa dan kerusuhan yang menimbulkan korban jiwa serta kerugian material.
Enam lembaga yang terlibat yakni:
- Komnas HAM
- Komnas Perempuan
- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
- Ombudsman Republik Indonesia (ORI)
- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)
- Komisi Nasional Disabilitas (KND)
“Kami bersepakat membentuk tim independen pencari fakta untuk merespons peristiwa unjuk rasa dan kerusuhan Agustus–September 2025 di Jakarta maupun berbagai wilayah lain di Indonesia,” kata Ketua Komnas HAM Anis Hidayah dalam konferensi pers, Jumat (12/9).