Terungkap Suami Bunuh Istri, Ciptakan Skenario Perampokan
Setelah membunuh istrinya, Wadison sempat berupaya mengakhiri hidup dengan membekap wajah sendiri menggunakan kantong plastik.
Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus kematian tragis seorang ibu rumah tangga (IRT), Petry Sihombing (35), yang ditemukan tewas dengan kondisi tangan terikat di rumahnya di Perumahan Puri Anggrek, Kelurahan Kalodran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Minggu (1/6).
Awalnya, kasus ini diduga sebagai aksi perampokan brutal. Suami korban, Wadison Pasaribu (37), saat itu ditemukan dalam kondisi pingsan, terikat dalam karung. Ia mengaku dipukul oleh pelaku yang masuk ke rumah dan kemudian tidak sadarkan diri.
“Dari pintu belakang kami cek TKP ada rusak didobrak, terlihat dari engsel pintu yang rusak,” ujar Kapolresta Serang Kombes Pol Yudha Satria, Minggu (1/6).
Namun, hasil penyelidikan lebih mendalam mengungkap fakta berbeda: Wadison sendiri adalah pelaku pembunuhan istrinya.
Motif Pembunuhan
Kepada keluarga dan polisi, Wadison akhirnya mengakui bahwa ia membunuh Petry dengan cara mencekik menggunakan kelambu. Aksi itu dipicu oleh konflik rumah tangga yang sudah lama berlangsung, terutama soal dugaan perselingkuhan.
“Dia kesal karena korban marah setelah mendapati percakapan dia dengan wanita lain di HP-nya,” ungkap kuasa hukum keluarga korban, Toni Lembas Pasaribu, Rabu (4/6).
Setelah membunuh istrinya, Wadison sempat berupaya mengakhiri hidup dengan membekap wajah sendiri menggunakan kantong plastik dan masuk ke dalam karung. Ia bahkan membenturkan kepala ke tembok, namun tetap gagal.
Akhirnya, ia memilih menciptakan alibi dengan membuat seolah-olah rumah mereka dirampok. Ia membuang perhiasan istrinya untuk memperkuat skenario.
“Dia sendiri yang masuk ke karung berusaha bunuh diri karena kepala dia ditutup kresek supaya mati sesak napas sekaligus menciptakan alibi kena rampok,” kata kuasa hukum keluarga korban Toni Lembas Pasaribu , Rabu (4/6).
Pengakuan Terbongkar Setelah Pemakaman
Meski awalnya tetap bersikeras mengaku sebagai korban perampokan saat diperiksa polisi, pengakuan Wadison mulai goyah. Keluarga yang curiga kemudian membujuknya bercerita jujur setelah pemakaman.
“Kami tanya kenapa tidak langsung mengaku, kata dia: ‘Saya masih ingin satu malam lagi tidur dengan anakku dan melihat anakku,’ begitu katanya,” ungkap Toni.
Akhirnya, pada Selasa (3/6) malam, keluarga mengantar Wadison untuk menyerahkan diri ke Mapolresta Serang Kota.