Terungkap! KA Pandalungan Terlambat 10 Jam Lebih Akibat Anjloknya Kereta Lain, Ini Penjelasan KAI
KA Pandalungan relasi Jakarta-Jember mengalami kelambatan signifikan hingga 10 jam lebih setelah KA Purwojaya anjlok, menyebabkan antrean panjang kereta api.
KA Pandalungan relasi Jakarta-Jember mengalami keterlambatan parah, mencapai lebih dari 10 jam, pada Minggu (26/10). Keterlambatan ini disebabkan oleh insiden anjloknya KA Purwojaya di Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini.
Insiden anjloknya KA Purwojaya terjadi pada Sabtu (25/10) pukul 14.14 WIB, mengakibatkan jalur hulu tidak dapat dilewati. Akibatnya, seluruh perjalanan kereta api di lintas tersebut dialihkan menggunakan jalur hilir. Kondisi ini memicu antrean panjang kereta api, termasuk KA Pandalungan.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa pengalihan jalur tersebut berdampak langsung pada jadwal keberangkatan dan kedatangan. Penumpang KA Pandalungan yang menuju Jember harus menghadapi penundaan yang cukup signifikan. Pihak KAI berupaya keras untuk mengatasi dampak dari gangguan operasional ini.
Dampak Insiden Anjloknya KA Purwojaya pada Perjalanan KA
Anjloknya KA Purwojaya di emplasemen Stasiun Kedunggedeh menjadi pemicu utama kelambatan perjalanan KA Pandalungan. Kejadian pada Sabtu sore tersebut langsung melumpuhkan jalur hulu di kilometer 55+900 hingga 56+500. Kondisi ini memaksa seluruh kereta api yang melintas di area tersebut untuk menggunakan jalur hilir.
Pengalihan jalur ini menyebabkan terjadinya penumpukan dan antrean kereta api. Setiap kereta harus bergantian melintas di satu jalur yang tersedia, memperlambat pergerakan secara keseluruhan. Akibatnya, banyak jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api mengalami penyesuaian yang tidak terhindarkan.
Cahyo Widiantoro menegaskan bahwa KAI Daop 9 Jember memahami ketidaknyamanan yang dialami penumpang. Namun, keselamatan operasional menjadi prioritas utama dalam penanganan situasi darurat seperti ini. Proses evakuasi dan perbaikan jalur harus dilakukan dengan cermat dan sesuai prosedur standar.
Pemulihan Jalur dan Estimasi Keterlambatan KA Pandalungan
Proses evakuasi seluruh rangkaian KA Purwojaya telah berhasil diselesaikan pada Minggu pukul 04.26 WIB. Setelah evakuasi, tim lapangan segera melakukan perbaikan intensif pada jalur yang terdampak. Jalur hulu kini dapat kembali dilalui meskipun dengan kecepatan terbatas, yaitu 10 km/jam.
KA Argo Parahyangan relasi Stasiun Gambir-Bandung menjadi kereta pertama yang melintas di jalur hulu pada pukul 04.47 WIB. Ini menandakan bahwa jalur sudah aman untuk dilewati kembali setelah serangkaian perbaikan. Meskipun demikian, dampak kelambatan masih terasa pada sejumlah perjalanan kereta lainnya.
Untuk KA Pandalungan relasi Gambir–Surabaya Gubeng–Jember, posisi terakhir terpantau berangkat dari Stasiun Pekalongan dengan kelambatan 630 menit. Estimasi kedatangan di Stasiun Jember diperkirakan pukul 19.30 WIB. Ini berarti KA Pandalungan akan terlambat sekitar 10 jam 30 menit dari jadwal semula pukul 09.00 WIB.
Sementara itu, KA Pandalungan relasi Jember-Gambir juga akan terpengaruh. Kereta ini akan menggunakan rangkaian eksisting dari KA Pandalungan yang datang dari Gambir. Estimasi keberangkatan dari Stasiun Jember adalah sekitar pukul 21.00 WIB, terlambat lima jam dari jadwal semula pukul 16.00 WIB.
Kompensasi dan Pilihan Pembatalan Tiket bagi Penumpang
PT KAI telah menyiapkan kompensasi bagi seluruh penumpang yang terdampak kelambatan ini. Kompensasi berupa Service Recovery akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini merupakan bentuk tanggung jawab KAI atas gangguan operasional yang terjadi.
Bagi penumpang yang memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan atau tidak berangkat, KAI menyediakan opsi pembatalan tiket. Tiket dapat dibatalkan di loket stasiun online terdekat. Penumpang akan mendapatkan pengembalian bea 100 persen tanpa potongan.
Proses pengembalian dana pembatalan tiket dapat dilakukan secara tunai di loket. Alternatifnya, dana juga dapat ditransfer ke rekening pelanggan paling lambat 1x24 jam sejak proses pembatalan. KAI berupaya memberikan kemudahan bagi penumpang dalam mengelola perubahan rencana perjalanan mereka.
Prioritas Keselamatan dan Apresiasi KAI kepada Penumpang
Cahyo Widiantoro menegaskan kembali permohonan maaf KAI atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ia menambahkan bahwa KAI terus berkoordinasi erat dengan tim di wilayah Daop 1 Jakarta. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan penanganan insiden berjalan cepat dan aman.
Setelah jalur dinyatakan normal sepenuhnya, perjalanan kereta api diharapkan dapat kembali pulih secara berangsur-angsur. Pemulihan akan mengikuti Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) yang berlaku. KAI berkomitmen untuk mengembalikan layanan sesuai standar secepat mungkin.
"Kami memahami situasi itu tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang yang telah merencanakan perjalanan mereka. Namun, keselamatan merupakan prioritas utama kami," ujar Cahyo. Pernyataan ini menunjukkan komitmen KAI terhadap aspek keamanan dalam setiap operasionalnya.
Pihak KAI juga menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengertian seluruh penumpang. Petugas KAI akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Tujuannya adalah memastikan setiap penumpang tiba di tujuan dengan selamat, meskipun terjadi kendala tak terduga.
Sumber: AntaraNews