Tegur Pelajar Bolos, Satpam SMP di Luwu Utara Babak Belur Dihajar Siswa
Korban yang mendapatkan tindakan penganiayaan telah membuat laporan kepolisian.
Video dengan narasi seorang guru di SMPN 1 Baebunta Selatan, Luwu Utara, bernama Arpan Lisman dianiaya muridnya viral di media sosial. Kepolisian meluruskan bahwa korban penganiayaan bukanlah seorang guru, namun satpam sekolah.
Kapolres Luwu Utara AKBP Nugraha Pamungkas mengatakan, korban yang mendapatkan tindakan penganiayaan telah membuat laporan kepolisian. Nugraha meluruskan informasi bahwa korban adalah seorang satpam sekolah dan bukan guru seperti dalam narasi unggahan di media sosial.
"Korban bukan guru SMP di situ, tapi satpam. Sedangkan satunya adalah murid SMPN 1 (Baebunta Selatan)," ujar Nugraha kepada wartawan, Rabu (28/1).
Waktu Penganiayaan
Nugraha mengatakan, penganiayaan terjadi pada Senin (26/1). Hingga saat ini, laporan tersebut masih dalam penanganan penyidik Polres Luwu Utara.
"Laporannya soal penganiayaan itu," tutur Nugraha.
Kronologi Penganiayaan
Dalam video beredar di media sosial nampak pria diketahui bernama Arpan Lisman terluka di pelipis mata. Darah berceceran di wajahnya. Arpan disebut dianiaya murid berinisial MY.
Informasi dihimpun, penganiayaan itu berawal saat Arpan mendapati MY berada di luar sekolah pada jam pelajaran. Kemudian, MY ditegur dan diminta masuk ke sekolah mengikuti mata pelajaran.
Sesampainya di depan kelas, Arpan disebut sempat menendang pantat MY. Setelahnya, MY tak terima dan mendatangi Arpan yang sedang duduk depan sekolah.
Mereka sempat adu mulut. Dan MY langsung menyerang Arpan hingga mengalami luka di pelipis mata. Arpan yang tak terima, kemudian lapor polisi.