Target 60 Sekolah di 2025, Gubernur Sumut Dukung Penuh Pelatihan AI Guru untuk Transformasi Pendidikan
Gubernur Sumut Bobby Nasution dukung program Pelatihan AI Guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan efisiensi operasional sekolah, menargetkan 60 sekolah di 2025.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap program pelatihan keterampilan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan bagi para guru di wilayahnya. Dukungan ini disampaikan usai menerima tim Google for Education di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, pada Senin.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam mendorong transformasi pendidikan menuju era digital yang lebih maju dan adaptif. Penguasaan teknologi AI diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta efisiensi dalam operasional sekolah.
Dengan melatih para pendidik di Sumut dalam penggunaan AI, diharapkan setiap sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang modern. Inisiatif ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.
Visi Transformasi Pendidikan dengan AI
Gubernur Bobby Nasution menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital, khususnya AI, dalam memajukan sektor pendidikan. Menurutnya, implementasi AI akan menjadi katalisator utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Utara secara signifikan.
"Kami dukung program digital yang dikembangkan untuk sekolah," ujar Bobby Nasution, menegaskan komitmen pemerintah provinsi. Ia menambahkan bahwa adopsi AI juga akan membawa efisiensi yang lebih baik dalam operasional harian di sekolah-sekolah.
Melalui program pelatihan ini, diharapkan para guru dapat mengintegrasikan AI ke dalam metode pengajaran mereka. Hal ini akan memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang lebih interaktif, personal, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era modern.
Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memastikan bahwa pendidikan di Sumut tidak tertinggal dari perkembangan teknologi global. Keterampilan AI akan membekali guru dengan alat-alat baru untuk inovasi di kelas.
Target Ambisius dan Implementasi Program
Pemerintah Provinsi Sumut telah menetapkan target ambisius untuk implementasi program pelatihan AI ini. Berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, satu sekolah telah menjadi kandidat rujukan awal dalam penerapan AI.
"Sekolah itu di Kabupaten Deliserdang, yakni SMA 1 Beringin. Untuk tahun depan Pemprov Sumut menargetkan 60 sekolah sudah diberikan keterampilan AI," jelas Bobby Nasution. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperluas jangkauan program.
Bobby juga berharap agar pelatihan AI yang diberikan dapat disesuaikan dengan karakteristik sekolah di berbagai kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Misalnya, untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) industri, materi pelatihan dapat dikaitkan dengan komoditas unggulan daerah.
Sebagai contoh, Sumut dikenal sebagai penghasil komoditas sawit dan karet, sehingga pelatihan AI dapat diarahkan untuk mengoptimalkan proses pengolahan dan turunannya. Penyesuaian ini akan membuat program lebih relevan dan berdampak langsung pada kebutuhan industri lokal.
Gemini Academy: Program Pelatihan Google for Education
Program pelatihan keterampilan kecerdasan buatan untuk guru ini digagas oleh Google for Education dengan nama "Gemini Academy". Inisiatif ini menjadi tulang punggung dalam upaya peningkatan kapasitas guru di Sumatera Utara.
Country Lead Google for Education, Olivia Basrin, mengungkapkan bahwa program ini menargetkan sebanyak 20.000 guru tingkat SMA dan SMK akan mendapatkan pelatihan Google AI secara gratis. Angka ini menunjukkan skala besar dari program yang akan dijalankan.
Berbagai manfaat akan diperoleh para peserta pelatihan, termasuk pendampingan langsung dari tim ahli. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan branding resmi, akses ke berbagai praktik terbaik, serta kesempatan untuk berkunjung ke kantor Google.
"Benefit yang kami berikan berupa pendampingan langsung, branding resmi, berbagai praktik hingga berkunjung ke kantor Google," sebut Olivia. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan inspiratif bagi para guru.
Sumber: AntaraNews