Tahukah Anda? Mendikdasmen Targetkan Distribusi Papan Interaktif Tuntas Desember 2025!
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menargetkan distribusi Papan Interaktif atau IFP ke sekolah tuntas Desember 2025. Simak manfaat dan progres program digitalisasi pendidikan ini!
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengumumkan target ambisius terkait program digitalisasi pendidikan nasional. Ia menargetkan proses pengiriman perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif ke seluruh sekolah di Indonesia akan tuntas pada pertengahan Desember 2025 mendatang.
Pengumuman ini disampaikan Abdul Mu’ti saat melakukan kunjungan kerja ke SMK Negeri 1 Kudus, Jawa Tengah, salah satu sekolah yang telah merasakan manfaat Papan Interaktif. Program ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi secara optimal.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penyediaan perangkat keras, tetapi juga mencakup pelatihan guru dan penyediaan konten digital. Tujuannya adalah memastikan integrasi teknologi berjalan efektif dan memberikan dampak positif yang signifikan pada proses belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan.
Progres dan Target Distribusi Papan Interaktif
Distribusi Papan Interaktif (IFP) menunjukkan kemajuan yang signifikan, dengan lebih dari 70.000 unit dari total 80.000 unit yang diproduksi telah didistribusikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menargetkan seluruh pengiriman akan selesai pada pertengahan Desember 2025.
Target ini mencakup lebih dari 288.000 satuan pendidikan negeri dan swasta di seluruh Indonesia yang akan menerima perangkat tersebut. Proses distribusi Papan Interaktif ini dilakukan secara transparan dan terkontrol, mulai dari tahap produksi hingga penerimaan di sekolah.
Pemerintah memastikan setiap sekolah yang menerima perangkat Papan Interaktif menandatangani dokumen tanda terima dan mengirimkan bukti foto penerimaan. Hal ini dilakukan untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan perangkat sampai ke tujuan yang tepat, serta tidak akan dikirim jika sekolah tidak bersedia menerimanya.
Digitalisasi Pendidikan: Prioritas Nasional dan Manfaatnya
Program digitalisasi pendidikan merupakan salah satu prioritas utama Presiden RI, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa inisiatif ini memiliki dasar hukum yang kuat, didukung oleh instruksi presiden (inpres) dan bantuan presiden (banpres).
Program yang dijalankan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah ini mencakup empat kegiatan utama. Kegiatan tersebut meliputi distribusi Papan Interaktif (IFP), pemberian bantuan laptop untuk mendukung penggunaan perangkat, pelatihan guru agar siap mengintegrasikan teknologi, serta penyediaan materi pembelajaran digital.
Papan Interaktif (IFP) memiliki keunggulan dibandingkan smart board biasa karena berfungsi sebagai monitor, komputer, dan papan tulis digital interaktif dalam satu perangkat. Perangkat ini dapat digunakan tanpa koneksi internet, dengan materi pembelajaran yang bisa diunduh melalui kanal Ruang Murid di platform Rumah Pendidikan, sehingga memudahkan akses konten edukasi.
Dampak Positif di Sekolah Penerima
Kepala SMK Negeri 1 Kudus, Aris Budiono, menyampaikan apresiasi tinggi atas manfaat nyata penggunaan Papan Interaktif di sekolahnya. Menurutnya, media interaktif ini sangat mempermudah guru dalam mengajar dan membuat siswa lebih mudah menangkap materi pelajaran yang disampaikan.
Aris Budiono menambahkan bahwa hasil pembelajaran bahkan bisa langsung dikirim melalui media sosial, menunjukkan integrasi teknologi yang efektif. Keberadaan Papan Interaktif ini juga berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan membuat siswa lebih fokus.
“Luar biasa sekali, sangat bermanfaat. Media interaktif ini mempermudah guru dalam mengajar dan membuat siswa lebih mudah menangkap materi. Bahkan, hasil pembelajaran bisa langsung dikirim lewat media sosial,” ujar Aris Budiono. Ia berharap bantuan perangkat ini dapat ditambah lagi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal.
Sumber: AntaraNews