Surat Pemecatan Wamenaker Immanuel Ebenezer Belum Dikeluarkan, Ini Alasan Istana
Pemerintah masih menunggu penjelasan resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait status hukumnya.
Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan surat pemecatan Immanuel Ebenezer dari jabatan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) belum dikeluarkan.
Pemerintah masih menunggu penjelasan resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait status hukumnya pria yang akrab disapa Noel usai terjerat operasi tangkap tangan (OTT).
"Ya belum (diterbitkan). Kan kita masih menunggu penjelasan resmi dari pihak KPK," kata Prasetyo kepada wartawan, Jumat (22/8).
Sebelum KPK Umumkan, Asas Praduga Tak Bersalah Diutamakan
Menurut dia, pemerintah masih menerapkan asas praduga tak bersalah terkait penangkapan Immanuel Ebenezer.
Setelah KPK mengumumkan status hukum Immanuel, barulah Istana mengambil sikap.
"Kan memang begitu urutannya. Kita tunggu putusan KPK siang ini. Kita mesti asas praduga tak bersalah. Kalau nanti KPK rilis hasil OTT- nya ini apa terhadap yang bersangkutan, baru kita menindaklanjuti," jelasnya.
Wamenaker Pengganti Belum Disiapkan
Prasetyo menuturkan Presiden Prabowo Subianto belum menyiapkan Wamenaker pengganti Immanuel Ebenezer.
Nantinya, tugas-tugas bisa dikerjakan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli.
"Belum (siapkan pengganti). Kan masih ada menterinya," ujar Prasetyo.
OTT KPK
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Wakil Menteri Ketenagaerjaan Immanuel Ebenezer masih diperiksa intensif hingga Kamis malam, 21 Agustus 2025.
Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, status hukum yang bersangkutan akan diputuskan siang ini.
"Yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan. Konstruksi perkara dan kronologi kegiatan tangkap tangan ini akan disampaikan lengkap dalam konferensi pers. Insya Allah siang ini," kata Budi kepada awak media, Jumat (22/8/2025).
Diketahui, pria yang akrab disapa Noel diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu malam.
KPK menangkap Noel karena diduga terlibat dalam kasus pemerasan terhadap perusahaan pengurus sertifikat K3.
Sebagai informasi, dalam kasus ini Noel diamankan bersama 13 orang lainnya di Jakarta. Selain itu, ada 22 kendaraan bermotor ikut disita terdiri dari 15 mobil dan 7 motor.