LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Setnov sebut Puan dan Pramono terima uang e-KTP, Made Oke bilang 'Tidak betul'

Kuasa hukum Made Oka: Kalau menurut klien saya, pernyataan Setnov di muka pengadilan minggu lalu itu tidak benar.

2018-03-26 15:42:06
Sidang Setya Novanto
Advertisement

Melalui kuasa hukumnya, tersangka kasus korupsi e-KTP Made Oka Masagung membantah pernyataan terdakwa Setya Novanto di persidangan yang menyebut adanya aliran uang ke sejumlah pihak, termasuk Komisi II DPR dan Ketua Fraksi.

Saat persidangan e-KTP pada Kamis 22 Maret lalu, Setya Novanto mengatakan bahwa ada pemberian uang dari Made Oka saat berkunjung ke kediamannnya bersama Andi Agustinus alias Andi Narogong.

"Kalau menurut klien saya, pernyataan Setnov di muka pengadilan minggu lalu itu tidak benar," tutur kuasa hukum Made Oka, Bambang Hartono di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (26/3).

Advertisement

Menurut Bambang, pertemuan antara Made Oka dan Setya Novanto pun tidak terjadi. Untuk itu, kesaksian yang mengatakan jatah untuk orang-orang di DPR telah dieksekusi dan tersalur melalui Andi dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, tidak benar.

"Tidak ada sama sekali, karena itu kan bulan Oktober tahun 2012. Tidak pernah ke rumahnya Pak Setya Novanto," jelas dia.

Bantahan Made Oka termasuk juga soal aliran dana korupsi e-KTP yang disebut Setya Novanto masuk ke kantong kader PDIP Pramono Anung dan Puan Maharani.

Advertisement

"Pernyataan Setnov enggak benar," tegas Bambang.

Diketahui, dalam sidang perkara e-KTP Kamis (23/3), terdakwa yang juga merupakan Mantan Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar Setya Novanto menyebut beberapa nama tokoh penting yang diduga menerima aliran dana e-KTP. Diantaranya Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Untuk Komisi II, Pak Chairuman sejumlah USD 500.000 dan untuk Ganjar sudah dipotong oleh Chairuman dan untuk kepentingan pimpinan Banggar sudah sampaikan juga ke Melchias Mekeng USD 500.000, Tamsil Linrung USD 500.000, Olly Dondokambey USD 500.000, di antaranya melalui Irvanto," ujar Novanto, Kamis (22/3).

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
KPK kembali periksa Setya Novanto
Usai Setnov dirawat, ramai omongan negatif terhadap RS Medika Permata Hijau
Politisi PDIP sebut Jokowi percaya Puan dan Pramono tak terlibat korupsi e-KTP
Dokter RSMPH rapat besar usai KPK pindahkan Setnov ke RSCM
Kuasa hukum sebut Setnov kembalikan Rp 5 miliar bentuk kerjasama dengan penegak hukum
Novanto seret sejumlah nama, KPK tak bisa bertindak berdasarkan omongan

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.