Sapi Kurban Presiden Prabowo Mati di Polewali Mandar, Penyebab Belum Diketahui
Andi Afandi Rahman, memastikan kematian sapi itu bukan disebabkan oleh keracunan atau antraks.
Seekor sapi kurban milik Presiden Prabowo Subianto yang disiapkan untuk Iduladha 1446 H di Sulawesi Barat, ditemukan mati dalam kandang. Sapi jenis Simental seberat 1,1 ton tersebut sebelumnya dikabarkan mengalami kondisi sakit sebelum akhirnya dipotong secara paksa oleh peternaknya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Andi Afandi Rahman, memastikan kematian sapi itu bukan disebabkan oleh keracunan atau antraks.
"Jadi tadi pagi itu kejadiannya. Ini sapinya gelisah, kemudian karena peternaknya ini berinisiatif daripada mati, lebih baik dipotong paksa. Sapinya gelisah tidak mau makan setelah dimandikan," ujarnya kepada wartawan, Kamis (15/5).
Ada Sapi Pengganti
Afandi menjelaskan, sapi yang mati adalah bagian dari lima sapi pesanan kurban, di mana satu di antaranya memang disiapkan atas nama Presiden Prabowo. Keempat sapi lainnya masih dalam kondisi baik dan tersebar untuk keperluan kurban di wilayah berbeda di Sulawesi Barat.
"Ini (sapi) satu di antara empat semuanya. Jadi sapi dari Polman itu satu untuk Pemprov, satu untuk Pemkab Polman, satu Mamuju Tengah dan satu lagi Mamasa. Untuk sapi yang mati sudah ada penggantinya," beber Afandi.
Meski sudah dilakukan uji cepat, Afandi mengatakan, penyebab pasti dari kondisi gelisah dan hilangnya nafsu makan sapi masih belum diketahui. Namun, ia menegaskan, hasil awal menunjukkan negatif antraks.
"Dari hasil uji cepat, kita pastikan dari sisi antraks masih negatif. Sudah dipastikan bukan antraks," tegasnya.
Untuk memperkuat diagnosis, Distanpan Polman telah mengirimkan sampel ke Balai Veteriner Maros, Sulawesi Selatan.
"Kita tunggu, mudah-mudahan bisa cepat sampelnya. Sementara proses pengiriman ke Balai Verteriner," ucap Afandi.