Ribuan Pelari Meriahkan International Jam Gadang Fun Run 2026 di Bukittinggi
International Jam Gadang Fun Run 2026 sukses digelar di Bukittinggi, menarik ribuan pelari dari berbagai negara dan komunitas, sekaligus merayakan 100 tahun ikon Jam Gadang dengan semangat persahabatan.
Kawasan pusat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, dipadati ribuan pelari dari berbagai negara dan komunitas yang antusias mengikuti International Jam Gadang Fun Run 2026 pada Minggu pagi. Acara lari berskala internasional ini sukses diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan satu abad keberadaan Jam Gadang, ikon kebanggaan masyarakat Minangkabau. Sejak pukul 06.30 WIB, para peserta telah memadati garis start di depan Istana Bung Hatta, siap untuk menjelajahi keindahan kota bersejarah ini.
International Jam Gadang Fun Run 2026 merupakan hasil kolaborasi apik antara Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNAND, Pemerintah Kota Bukittinggi, serta didukung oleh berbagai kementerian dan InJourney. Wakil Ketua Umum IKA UNAND, Imelda Sari, menyatakan bahwa acara ini menjadi wujud kebanggaan terhadap Bukittinggi sebagai kota bersejarah dan legendaris pariwisata Sumatera Barat, bahkan Indonesia. Momen peringatan 100 tahun Jam Gadang ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Bukittinggi kepada generasi muda serta masyarakat luas di seluruh dunia.
Kegiatan ini dilepas secara resmi oleh Ketua Umum DPP IKA UNAND, Denny Abdi, dan berlangsung sangat meriah. Ribuan peserta tidak hanya datang dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari mancanegara, menunjukkan daya tarik global dari International Jam Gadang Fun Run 2026. Mereka berlari mengelilingi kota wisata yang dikenal sebagai salah satu pusat sejarah perjuangan bangsa, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.
Kemeriahan International Jam Gadang Fun Run dan Partisipasi Global
International Jam Gadang Fun Run 2026 berhasil menarik perhatian global dengan partisipasi sekitar 2.000 pelari. Para peserta datang dari beragam latar belakang, mulai dari komunitas lari lokal hingga individu dari berbagai negara, semuanya berkumpul untuk merayakan momen spesial ini. Antusiasme terlihat jelas sejak pagi hari, di mana area start di depan Istana Bung Hatta dipenuhi oleh para pelari yang siap memulai petualangan mereka.
Acara ini tidak hanya sekadar ajang lari, tetapi juga menjadi simbol persahabatan dan relasi yang kuat antarberbagai pihak. Ketua Umum DPP IKA UNAND, Denny Abdi, mengungkapkan rasa bangganya atas kolaborasi yang mampu menghadirkan event internasional dalam waktu persiapan yang relatif singkat, yakni 1,5 bulan. Keberhasilan ini menunjukkan sinergi yang luar biasa antara IKA UNAND, Pemerintah Kota Bukittinggi, dan para pendukung lainnya.
Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, turut hadir menyaksikan kemeriahan International Jam Gadang Fun Run dari kawasan Jam Gadang. Kehadiran beliau menambah nuansa internasional pada acara ini dan menunjukkan apresiasi terhadap Bukittinggi. Dubes Gerritsen berulang kali menyebut Bukittinggi sebagai kota yang “nice dan very nice” atau bagus dan sangat bagus, menggarisbawahi daya tarik kota tersebut.
Jam Gadang: Ikon Bersejarah dan Keunikan Arsitektur
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan bahwa Jam Gadang memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan perjalanan Kota Bukittinggi. Menara jam ikonik ini mulai dibangun pada tahun 1926 dan selesai pada tahun 1927, kemudian diresmikan pada 25 Juli 1927, pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Jam Gadang merupakan hadiah dari Ratu Wilhelmina kepada sekretaris (controleur) Fort de Kock, nama lama wilayah Bukittinggi saat itu.
Dengan tinggi sekitar 26 meter, Jam Gadang telah menjadi salah satu bangunan paling dikenal di Sumatera Barat. Mesin jamnya dibuat oleh perusahaan Vorthmann di Recklinghausen, Jerman, dan hingga kini masih berfungsi dengan baik, menunjukkan kualitas dan ketahanannya. Keunikan lain dari Jam Gadang terletak pada penulisan angka empat yang menggunakan simbol Romawi “IIII”, bukan “IV” seperti yang lazim digunakan pada menara jam lainnya di dunia.
Selain itu, bentuk atap Jam Gadang juga telah mengalami beberapa perubahan signifikan seiring perjalanan sejarah Indonesia. Pada masa Belanda, atapnya bergaya Eropa, kemudian diubah mengikuti arsitektur Jepang saat pendudukan Jepang. Setelah Indonesia merdeka, atap tersebut diganti menjadi bergaya gonjong Rumah Gadang Minangkabau, yang menjadi ciri khasnya hingga sekarang, merefleksikan identitas budaya lokal.
Bukittinggi: Kota Bersejarah dan Destinasi Pariwisata Unggulan
Bukittinggi bukan hanya dikenal karena Jam Gadang, tetapi juga sebagai kota yang kaya akan sejarah perjuangan bangsa. Kota ini pernah menjadi ibu kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), ibu kota Sumatera Tengah, dan ibu kota Provinsi Sumatera Barat sebelum akhirnya berpindah ke Padang. Sejarah panjang ini menjadikan Bukittinggi sebagai destinasi yang menarik bagi wisatawan yang ingin menelusuri jejak-jejak masa lalu Indonesia.
Wali Kota Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa Bukittinggi saat ini bertransformasi menjadi kota pedestrian dan kota solusi, bukan lagi kota yang mendatangkan masalah bagi warganya. Pengembangan infrastruktur dan penataan kota terus dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan daya tarik bagi penduduk maupun pengunjung. Hal ini semakin memperkuat posisi Bukittinggi sebagai magnet wisata utama di Sumatera Barat.
Keberadaan Jam Gadang sebagai ikon utama, ditambah dengan kekayaan sejarah dan budaya, menjadikan Bukittinggi destinasi pariwisata yang lengkap. Acara seperti International Jam Gadang Fun Run 2026 berkontribusi besar dalam mempromosikan potensi wisata kota ini ke kancah internasional. Dengan demikian, Bukittinggi terus berupaya menjaga warisan sejarahnya sambil terus berinovasi dalam sektor pariwisata.
Semangat Kolaborasi untuk Indonesia Maju
Keberhasilan International Jam Gadang Fun Run 2026 merupakan bukti nyata dari kekuatan kolaborasi berbagai pihak. Kerja sama antara Ikatan Keluarga Alumni UNAND, Pemerintah Kota Bukittinggi, kementerian terkait, dan InJourney menunjukkan bagaimana sinergi dapat menciptakan acara berskala internasional yang berdampak positif. Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi penting untuk pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya.
Denny Abdi, Ketua Umum DPP IKA UNAND, mengajak generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan dan pembangunan bangsa. Ia menekankan pentingnya peran serta aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Maju 2045. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebangsaan dan semangat gotong royong dapat terus ditanamkan dan diperkuat di tengah masyarakat.
Perayaan 100 tahun Jam Gadang melalui International Jam Gadang Fun Run 2026 bukan hanya sekadar perayaan, melainkan juga momentum untuk menatap masa depan Bukittinggi dan Indonesia. Dengan terus menjaga dan mempromosikan warisan sejarah serta budaya, diharapkan Bukittinggi dapat terus menjadi destinasi unggulan yang membanggakan bangsa. Kolaborasi yang terjalin erat akan menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.
Sumber: AntaraNews