Rektor Nalanda Tekankan Lulusan Institut Nalanda Jadi Perawat Harmoni Sosial dan Agen Perubahan
Rektor Institut Nalanda Sutrisno menekankan peran krusial Lulusan Institut Nalanda sebagai penjaga integritas dan perawat harmoni sosial, mengawali tanggung jawab baru di tengah masyarakat.
Institut Nalanda baru saja mengukuhkan sebanyak 177 lulusan dalam prosesi wisuda tahun 2025 yang berlangsung meriah di United Tractors Grand Ballroom, Jakarta. Rektor Institut Nalanda, Sutrisno, secara tegas menyampaikan pesan penting kepada para alumni yang baru dikukuhkan. Ia menyoroti tanggung jawab besar yang kini diemban oleh setiap lulusan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Sutrisno menekankan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari sebuah pengabdian nyata kepada masyarakat. Ia mendorong para Lulusan Institut Nalanda untuk senantiasa menjaga integritas diri dan berperan aktif sebagai penjaga nilai publik. Hal ini penting untuk merawat harmoni sosial di tengah keberagaman bangsa.
Prosesi wisuda yang digelar pada Sabtu, 15 November, ini turut diwarnai nuansa budaya Nusantara yang kaya, mencerminkan semangat multikulturalisme lembaga tersebut. Pesan utama yang disampaikan adalah agar keberhasilan akademik para Lulusan Institut Nalanda dapat diimbangi dengan kontribusi positif dan signifikan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Lulusan Institut Nalanda: Penjaga Integritas dan Harmoni Sosial
Rektor Sutrisno secara lugas menyatakan bahwa wisuda di Nalanda bukan sekadar penanda selesainya masa studi. Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa momen ini adalah titik awal dari tanggung jawab baru yang lebih besar. Tanggung jawab tersebut meliputi pengabdian tulus dan upaya menebarkan kebajikan di berbagai lini kehidupan.
Para Lulusan Institut Nalanda diharapkan tidak hanya memiliki keunggulan intelektual, tetapi juga moral dan sosial yang tinggi. Penekanan pada integritas menjadi landasan utama agar setiap alumni dapat menjadi teladan. Mereka diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sosial yang kondusif dan damai.
Tahun ini, Institut Nalanda meluluskan 177 mahasiswa dari berbagai program studi. Rinciannya adalah 30 Sarjana Pendidikan Keagamaan Buddha, 60 Sarjana Dharma Usada, dan 87 Pascasarjana Pendidikan Keagamaan Buddha. Beberapa di antara wisudawan tersebut merupakan pegawai Ditjen Bimas Buddha, seperti Triroso, Suwanto, Supriyanto, dan Nani Linda, yang menunjukkan relevansi pendidikan Nalanda dengan kebutuhan instansi pemerintah.
Kehadiran para pegawai Ditjen Bimas Buddha sebagai lulusan turut memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan di Institut Nalanda membekali mahasiswanya dengan kapasitas yang dibutuhkan untuk berkarya. Mereka siap untuk memberikan dampak positif, baik di sektor publik maupun di tengah masyarakat luas.
Kontribusi Lulusan untuk Indonesia Emas 2045
Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, turut hadir dan memberikan penegasan mengenai pentingnya pembangunan sumber daya manusia. Ia menyoroti bahwa pengembangan SDM merupakan inti dari cita-cita besar Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, peran Lulusan Institut Nalanda sangat vital dalam mencapai visi nasional tersebut.
Ditjen Bimas Buddha sendiri telah menyusun Grand Desain Pembangunan Pendidikan Tinggi Keagamaan Buddha. Selain itu, mereka juga memiliki Grand Desain Pembangunan Umat Buddha Indonesia 2045. Ini menunjukkan komitmen serius dalam mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing.
Supriyadi menilai Institut Nalanda telah mengambil peran strategis dalam mewujudkan masyarakat Buddha yang mandiri, berdaya, dan berkarakter. Lembaga ini juga dinilai berkontribusi aktif bagi bangsa dan negara dengan berlandaskan nilai-nilai Buddha Dharma. "Institut Nalanda tidak hanya mengajarkan Dhamma tetapi juga mempersiapkan para sarjana untuk menghadapi idealitas modern,” ujarnya.
Kementerian Agama juga meminta para lulusan untuk menjadi pribadi yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah. Mereka diharapkan menjadi individu mandiri yang berani menjadi "top creator" penentu keberhasilan di berbagai bidang. Dirjen Supriyadi juga berharap Institut Nalanda terus memperkuat ekspansi pendidikan melalui peningkatan mutu guna menghadapi tantangan kompleks di masa depan.
Sumber: AntaraNews