Refleksi 25 Tahun: Gubernur Gusnar Ungkap Capaian Pembangunan Gorontalo yang Membanggakan
Gubernur Gusnar Ismail memaparkan Capaian Pembangunan Gorontalo selama 25 tahun, menunjukkan kemajuan signifikan dari peningkatan APBD hingga penurunan stunting. Simak detailnya!
Gorontalo, 06 Desember – Provinsi Gorontalo merayakan hari jadinya yang ke-25 dengan sebuah refleksi mendalam mengenai perjalanan pembangunan daerah. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memimpin Rapat Paripurna HUT ke-25 Provinsi Gorontalo pada Jumat, 06 Desember, untuk menyampaikan berbagai capaian penting yang telah diraih.
Momentum bersejarah ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang masa lalu, tetapi juga menegaskan kembali komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperkuat arah pembangunan ke depan. Selama seperempat abad, Provinsi Gorontalo telah menghadapi berbagai tantangan, namun berhasil menunjukkan kemajuan yang signifikan di berbagai sektor.
Refleksi ini menyoroti pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta penguatan tata kelola pemerintahan. Capaian Pembangunan Gorontalo selama 25 tahun ini menjadi bukti nyata kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Gorontalo yang lebih maju dan sejahtera.
Peningkatan Ekonomi dan Keuangan Daerah
Dalam kurun waktu 25 tahun, Provinsi Gorontalo telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang solid, tercermin dari peningkatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang signifikan. Pada awal berdirinya provinsi di tahun 2001, APBD Gorontalo hanya sebesar Rp52,5 miliar, namun angka ini melonjak drastis menjadi Rp1,75 triliun pada tahun 2025.
Peningkatan ini didukung oleh realisasi investasi yang mencapai Rp4,05 triliun, menempatkan Gorontalo di peringkat ketujuh nasional dalam hal investasi. Gubernur Gusnar Ismail menyatakan bahwa kondisi ini merupakan indikator kuat bahwa ekonomi daerah semakin tangguh dan berdaya saing. "Di awal perjalanan pembangunan, modal pembangunan kita tidak besar, namun dengan tekad dan semangat membangun, alhamdulillah kita bisa mewujudkan pencapaian yang membanggakan," ujarnya.
Selain itu, upaya pengentasan kemiskinan juga menunjukkan hasil positif. Persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo yang sebelumnya berada di kisaran 15 persen sejak tahun 2018 hingga 2023, berhasil diturunkan menjadi 13,78 persen pada tahun 2024, dan terus menurun hingga 13,24 persen pada tahun 2025. Penurunan angka kemiskinan ini menjadi salah satu Capaian Pembangunan Gorontalo yang patut diapresiasi.
Kemajuan Pembangunan Manusia dan Keberlanjutan
Kualitas sumber daya manusia di Gorontalo juga mengalami peningkatan yang signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Gorontalo naik dari 64,1 pada awal provinsi berdiri menjadi 72,01 pada tahun 2024. Peningkatan IPM ini didorong oleh kemajuan di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat, menunjukkan fokus pemerintah pada kesejahteraan warga.
Di bidang pembangunan berkelanjutan, Gorontalo berhasil mengelola agenda SDGs dengan fokus pada isu-isu krusial seperti stunting, pendidikan, pangan, dan pengentasan kemiskinan. Keberhasilan ini mengantarkan Provinsi Gorontalo masuk dalam lima besar terbaik pada Indonesia’s SDGs Action Awards 2025. Fokus pada Capaian Pembangunan Gorontalo yang berkelanjutan ini sangat penting untuk masa depan.
Khususnya di sektor kesehatan, angka stunting berhasil ditekan secara drastis dari 34 persen pada tahun 2018 menjadi 23,8 persen pada tahun 2024. Layanan prioritas di RSUD Hasri Ainun Habibie, termasuk fasilitas pengobatan kanker, juga terus diperkuat untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Gorontalo.
Infrastruktur dan Reformasi Birokrasi
Pembangunan infrastruktur di Gorontalo terus digalakkan untuk mendukung pemerataan layanan dan aktivitas ekonomi. Proyek-proyek besar seperti pembangunan GORR (Gorontalo Outer Ring Road) hingga perluasan jaringan listrik dan energi terbarukan menjadi prioritas. Pemerataan layanan dasar ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke wilayah pedesaan, memastikan semua lapisan masyarakat merasakan manfaat pembangunan.
Selain itu, Provinsi Gorontalo juga menunjukkan komitmen kuat terhadap tata kelola pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi. Indeks reformasi birokrasi meningkat dari 69,68 menjadi 77,73 pada tahun 2024, sementara indeks kualitas pelayanan publik juga membaik dengan skor 4,24. Transformasi digital juga berkembang pesat, ditandai dengan peningkatan indeks SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) dari 1,48 menjadi 4,13.
Berbagai upaya ini tidak luput dari pengakuan. Gorontalo berhasil meraih tiga penghargaan RRI Awards untuk kontribusi di bidang berita, pengembangan UMKM, dan layanan publik. Capaian Pembangunan Gorontalo di sektor ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Semangat Kolaborasi untuk Indonesia Maju
Gubernur Gusnar Ismail menegaskan bahwa peringatan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan penegasan kembali semangat kolaborasi dan kebersamaan. Tema HUT tahun ini, "Membangun Gorontalo untuk Indonesia Maju," mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga warisan para pendiri provinsi dengan solidaritas, kolaborasi, dan komitmen bersama.
Dalam pidatonya, Gusnar mengajak seluruh elemen masyarakat Gorontalo untuk senantiasa berpedoman pada nilai dasar orang Gorontalo, yaitu "Ta Tolongi, Ta Huliya, Ta Modelo." Nilai ini memiliki arti saling menolong, saling menjaga, dan saling menguatkan, yang menjadi fondasi penting dalam melanjutkan Capaian Pembangunan Gorontalo ke depan.
Dengan semangat ini, Provinsi Gorontalo optimis dapat terus melangkah maju, menghadapi tantangan, dan meraih capaian-capaian baru demi kesejahteraan masyarakat dan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Sumber: AntaraNews