Prabowo Akui Program MBG Banyak Kekurangan: 3.000 Dapur SPPG Sudah Tutup
Prabowo mengatakan program MBG sudah dinikmati 62,4 juta penerima. Untuk itu, dia menekankan program MBG harus diurus secara benar sesuai standar.
Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki banyak kekurangan. Prabowo mengungkapkan lebih dari 3.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sudah ditutup karena tak memenuhi standar.
"Kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3.000 dapur," kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5).
Prabowo Minta DPR hingga Kepala Daerah Cek Kelayakan Dapur MBG
Prabowo meminta para pejabat, anggota DPR, dan kepala daerah untuk memeriksa kelayakan dapur MBG. Prabowo memastikan akan menindak tegas dapur MBG tidak sesuai standar.
"Saya sudah minta para pejabat dan saya persilakan anggota DPR, bupati, di mana-mana silakan periksa semua dapur. Kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera, akan segera kita tindak," ujar Prabowo.
Jumlah Penerima MBG per Hari
Prabowo mengatakan program MBG sudah dinikmati 62,4 juta penerima setiap harinya. Untuk itu, dia menekankan program MBG harus diurus secara benar sesuai standar, termasuk soal dapur.
"Saudara-saudara, kita tidak akan mengizinkan masalah yang begini penting untuk diurus secara tidak benar," jelas Prabowo.
Di sisi lain, Prabowo merinci 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868.000 ibu hamil menerima MBG setiap harinya. Menurut dia, pemerintah juga akan memberikan MBG kepada 500.000 lansia yang membutuhkan makan bergizi.
"Kita juga akan memberi MBG ke 500 ribu lansia yang tinggal sendiri, yang hidup sebatang kara, dan yang membutuhkan makan bergizi. Karena apa? Itu adalah perintah Undang-Undang Dasar Pasal 33 dan Pasal 34, bahwa kaum miskin harus diurus oleh negara," pungkas Prabowo.