Potret Raungan Sirine Ambulans Bersaut-sautan Angkut Siswa Keracunan MBG di Bandung Barat
Suasana tegang menyelimuti lingkungan SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa malam 14 Oktober 2025.
Suasana tegang menyelimuti lingkungan SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa malam 14 Oktober 2025. Itu menyusul upaya penanganan siswa yang mengalami keracunan massal di sekolah tersebut usai menyantap sajian Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mengalami gejala mulai pusing, mual, hingga muntah-muntah.
Sejak pukul 18.00 WIB, sejumlah unit ambulans terpantau hilir-mudik, keluar masuk lingkungan SMPN 1 Cisarua dengan sirine yang meraung-raung. Diketahui, ada 2 ruang kelas yang digunakan sebagai posko penanganan pasien.
Pemandangan tersebut mencuri perhatian warga setempat. Meski saat keluar mengaku turut deg-degan lantaran terbawa suasana.
“Soalnya kalau hari-hari biasa ramai tapi enggak gini. Apalagi kan ini dekat banget rumah ikut deg-degan juga,” ungkap Ridwan Kurniawan (33), yang tinggal di samping SMPN 1 Cisarua.
Ia mengatakan, awalnya hanya sekitar 2 unit ambulans yang datang ke sekolah tersebut. Itu sekitar pukul 13.00 WIB.
“Awalnya jam 1 siang baru dua ambulans. Habis dua ambulans datang yang lain,” katanya.
Terkait kejadian keracunan massal ini, Ridwan berharap situasinya membaik. Ia harap para siswa yang jadi korban dapat lekas pulih.
“Harapannya semoga lekas semua sembuh,” ucap dia.
Sementara itu, Petugas Puskesmas Cisarua, Nensi mengatakan, ambulans yang datang dan keluar posko sekolah bertujuan untuk membawa pasien ke RSUD Lembang. Tujuannya agar pasien yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut dapat mendapat pertolongan.
“Ini bawa pasien dari sini buat dirujuk ke RSUD Lembang. Buat penangan lebih lanjut,” katanya.
Terkait jumlah siswa yang dirujuk, Nensi bilang pihaknya masih terus melakukan pendataan. Namun, sejak siang kata dia jumlahnya sudah banyak.
“Kalau tepatnya berapa kurang tahu. Tapi dari siang juga udah banyak,” kata dia.